Wamen Ossy saat meninjau langsung pelaksanaan Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) di Kantah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (30/05/2026). (Foto: ATR/BPN)
BANJARBARU,
PERSPECTIVESNEWS-
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional
(Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya menghadirkan
pelayanan pertanahan yang cepat, akurat, dan berorientasi pada kebutuhan
masyarakat.
Menurutnya,
peningkatan kualitas layanan pertanahan tersebut dimulai dari proses pelayanan
di loket-loket pada Kantor Pertanahan (Kantah).
“Yang
harus kita hindari, masyarakat menunggu terlalu lama (di loket) semisal terjadi
penumpukan antrean. Ini menjadi perhatian bagi para manajer loket jika terlihat
adanya penumpukan, harus juga punya rencana seperti apa,” ujar Wamen Ossy saat
meninjau langsung pelaksanaan Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) di Kantah
Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (30/5/2026).
Ketika
meninjau area pelayanan, Wamen Ossy memastikan layanan yang diberikan
jajarannya kepada masyarakat berjalan baik. Ia menghampiri para pegawai yang
bertugas dan melihat proses pelayanan yang berlangsung pada akhir pekan.
Menurutnya,
pelayanan publik yang diinginkan masyarakat adalah pelayanan pertanahan yang
cepat, akurat, tapi juga harus teliti dan sesuai dengan aturan hukum.
Pada
kesempatan tersebut, Wamen Ossy juga menyoroti upaya percepatan penyelesaian
berkas pertanahan yang telah dilakukan Kementerian ATR/BPN sejak kuartal IV
tahun 2025.
Langkah
tersebut digenjot seluruh jajaran yang tersebar di penjuru Indonesia dan
dimonitor oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid melalui Rapat Pimpinan yang
rutin dilakukan.
Hasilnya,
berkas pertanahan di sejumlah provinsi mengalami hasil capaian penyelesaian
yang memiliki tren positif. Di tengah jajaran yang menyambut kehadirannya di
Banjarbaru, Wamen Ossy mengingatkan bahwa pekerjaan tersebut masih perlu
dilanjutkan sebagai upaya peningkatan pelayanan pertanahan.
“Dari
Oktober 2025 kita berusaha kejar penyelesaian berkas dan akhirnya kita bisa
tekan. Untuk saat ini, kita terus selesaikan berkas yang ada, kerja teliti dan
akurat karena kita tahu jika satu BPN jelek maka semua dianggap jelek. Maka
kita upayakan bekerja dengan baik,” tutur Wamen Ossy.
Meski
capaian penyelesaian berkas cukup menunjukkan tren positif, Wamen Ossy tetap
menyadari bahwa layanan pertanahan perlu terus diperbaiki dan ditutup celah
kekurangannya. Hal tersebut melibatkan kerja bersama dari pusat hingga daerah.
"Hal
ini yang terus berusaha dilakukan oleh Pak Menteri di tingkat pusat, Kepala
Kantor Wilayah (Kanwil) di tingkat provinsi, dan juga Kepala Kantah di tingkat
kota/kabupaten, bagaimana agar Kepala Kantah menghadirkan satu pelayanan yang
melayani masyarakat sepenuh hati, penuh empati, tapi juga profesional,"
jelas Wamen ATR/Waka BPN.
Pada momen
tersebut, Wamen Ossy berkesempatan menyerahkan langsung dua sertipikat kepada
warga Kota Banjarbaru yang memanfaatkan kemudahan PELATARAN di Sabtu pagi.
Dalam
rangkaian kunjungannya, Wamen Ossy didampingi oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi
Kalimantan Selatan, Budi Kristiyana; Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi
Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin; Tenaga Ahli Menteri Bidang
Percepatan Penyelesaian Isu Strategis, Hendri Teja dan Kepala Kantah Kota
Banjarbaru, Ahmad Suhaimi. (AR/RS)
