DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Mengambil momentum tumbuhnya energi baru setelah fase kontemplasi panjang, empat perupa berbakat asal Bali resmi membuka pameran seni rupa bertajuk “Vernal Artistic” di Santrian Gallery, Sanur. Pameran yang menampilkan 23 karya terbaru ini berlangsung mulai 8 Mei hingga 26 Juni 2026.
Keempat seniman yang merupakan alumni ISI Denpasar (kini ISI Bali) tersebut adalah Putu Edi Asparanggi, I Gede Sugiada “Anduk”, Ida Bagus Suryantara “Gus Koh”, dan Dewa Gede Agung. Di bawah arahan kurator Made Susanta Dwitanaya, pameran ini menjadi representasi dari "musim semi artistik"—sebuah fase di mana kesunyian ide bertransformasi menjadi ledakan rupa dan warna.
Pameran ini dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Bali, Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi progresivitas para alumni yang terus mengeksplorasi akar budaya Bali dengan sentuhan kekinian.
"Musim semi selalu muda, akar kokoh, dan menghunjam dalam. Para seniman muda ini menghadirkan 'Pop Bali'—sebuah bentuk kekinian yang menghayati akar mendalam dan memandang jauh ke depan," ujar Kun Adnyana.
Setiap seniman membawa identitas visual yang kuat hasil dari proses "fermentasi" gagasan.
Putu Edi Asparanggi menghadirkan karya-karya bernuansa surealistik dengan dominasi warna hangat dan eksplorasi ikonografi budaya visual Bali. Sosok-sosok mitologis seperti barong dan bedawang ditampilkan lebih personal melalui pendekatan volumetris dan detail naturalistik.
Sementara itu, karya-karya I Gede Sugiada “Anduk” memperlihatkan perubahan karakter visual dengan warna-warna yang lebih terang dibanding periode sebelumnya. Komposisi geometris dipadukan dengan bentuk-bentuk organik seperti figur tubuh dan tumbuhan ornamentik, menciptakan kesan dinamis namun tetap harmonis.
Ida Bagus Suryantara “Gus Koh” mengeksplorasi kekuatan garis khas seni lukis Bali dengan pendekatan yang lebih personal. Figur-figur wayang tidak lagi terikat pada epos tradisional, melainkan menjadi medium ekspresi artistik baru. Selain kanvas, ia juga menghadirkan karya berbahan bubur kertas dengan bentuk-bentuk eksperimental di luar bidang konvensional.
Adapun Dewa Gede Agung menampilkan eksplorasi visual berbasis garis dan elemen ornamentik. Ia memaknai proses kreatifnya seperti pertumbuhan tanaman, dimulai dari benih gagasan yang berkembang menjadi sulur-sulur visual dinamis. Garis-garis dalam karyanya bergerak bebas, kadang membentuk figur, ornamen, hingga komposisi abstrak monokromatik.
Ida Bagus Gde Agung Sidharta Putra, pemilik Santrian Gallery, menyatakan bahwa pameran ini adalah bagian dari komitmen galeri untuk terus mengakomodir capaian kreatif para perupa Bali.
"Secara kekaryaan, kita menyaksikan karya yang 'segar' secara visual dan hangat secara warna. Kami berharap pameran ini memberikan spirit musim semi—semangat dan energi baru bagi penikmat seni maupun para seniman untuk terus memperkaya khasanah seni rupa Bali," ungkapnya.
Pameran "Vernal Artistic" menjadi pengingat bahwa proses kesenian bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari kesabaran dan pencarian jati diri yang terus bertumbuh. (*)