Pebulu tangkis dari PB Seraya Denpasar, I Gede Pradnya
saat menjadi juara Sirnas C Piala Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di
Surabaya, Minggu (21/6/2026) (Foto: PBSI Denpasar)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
Bali mengapresiasi capaian yang diraih pebulu tangkis putra Bali, I Gede
Pradnya yang keluar sebagai juara nomor tunggal usia dini putra Sirkuit
Nasional (Sirnas) C Piala Kajati Jawa Timur di Surabaya.
Pada kejuaraan yang berlangsung di GOR Sudirman, Surabaya
dan berakhir Minggu (21/6/2026), I Gede Pradnya dari PB Seraya Denpasar keluar
sebagai juara setelah menang atas Muhammad Zafran dari PB Tjakrindo Master Sony
DK Badminton dengan skor 21-15, 21-11.
“Selamat kepada Gede Pradnya yang mampu menembus dominasi
pebulu tangkis Jawa, khususnya Jawa Timur sebagai tuan rumah, ini membuktikan
bahwa pembinaan bulu tangkis di Bali tidak mandek,” ucap Ketua Umum Pengprov
PBSI Bali, I Wayan Winurjaya didampingi Wakil Ketua PBSI Bali, Victor Erenst W dan
Sekum PBSI Denpasar I Made Suandhi, ditemui Senin (22/6/2026).
Winurjaya menambahkan, PBSI Bali akan memberikan dana
talikasih kepada Gede Pradnya atas prestasinya sebagai juara tunggal putra
kelompok usia dini. Namun Winurjaya tidak menyebutkan berapa jumlah dana
talikasih yang akan diberikan kepada Gede Pradnya tersebut.
Apresiasi dan dana talikasih, menurut Winurjaya, harus
diberikan kepada Gede Pradnya karena telah mengharumkan nama Bali di kancah
nasional. Harapannya, nantinya muncul “Gede Pradnya” yang lain, yang mampu
memberikan prestasi membanggakan bagi Bali.
“PBSI Bali berharap prestasi yang ditorehkan Gede Pradnya
akan diikuti oleh atlet-atlet yang lain, talikasih ini nantinya juga bisa
membangkitkan dan memacu gairah bulu tangkis Bali untuk terus berkembang dan
menembus dominasi pebulu tangkis Jawa,” kata Winurjaya diamini Victor Erenst.
Lebih jauh Winurjaya menyampaikan, ke depan Gede Pradnya hendaknya
dibina terus oleh klub (PB Seraya Denpasar) dengan pelatihnya. Sebagai pebulu
tangkis usia dini, lanjut Winurjaya, peran orang tua juga berperan penting
untuk tumbuh kembang prestasi atlet yang bersangkutan ke depan.
PBSI Bali, kata Winurjaya, juga akan memantau terus
perkembangan Gede Pradnya. “Perkembangan Gede Pradnya dicatat dan dipantau
terus, dan PBSI Bali akan selalu hadir dalam setiap atletnya berprestasi,”
sambungnya.
Pihaknya tidak memungkiri bahwa prestasi pebulu tangkis Bali
yang mampu menembus nasional hanya berkisar dari Denpasar, Badung, dan
Buleleng. Menurut Winurjaya, semua itu kembali ke soal pendanaan dan peran
pemerintah daerah setempat.
Olahraga apapun, apalagi bulu tangkis, bilang Winurjaya,
tentu memerlukan fasilitas baik itu lapangan, biaya memang diperlukan sekali,
biaya tidak saja menyangkut pelatihan tetapi juga pengiriman ke kejuaraan luar
Bali.
“Di luar Denpasar, Badung dan Buleleng, satu daerah yakni
Klungkung telah menggeliat prestasinya. Selain kehadiran pemerintah setempat,
support dari perusahaan swasta melalui pemberian CSR-nya tidak kalah pentingnya
dalam memajukan bulu tangkis Bali,” pungkasnya.
Sementara Wakil Ketua PBSI Bali, Victor Erenst W menilai peran
swasta sangat vital dalam memajukan olahraga bulu tangkis di Bali. Bahkan tidak
saja dalam program latihan, melainkan juga dalam mendanai event-event bulu
tangkis.
“Kalau sepenuhnya mengandalkan anggaran dari pemerintah
mungkin tidak akan maksimal, perusahaan-perusahaan sektor pariwisata di Bali diharapkan
bisa mensupport demi lahirnya prestasi bulu tangkis Bali,” harap Victor.
Ia berencana akan mengadakan gathering dengan pihak
perusahaan swasta di Bali supaya sektor swasta lebih awareness terhadap
perkembangan bulu tangkis, sebab tanpa support swasta akan minim sekali bisa
mendongkrak prestasi bulu tangkis Bali.
Sedangkan Sekum PBSI Denpasar, I Made Suandhi berharap pembinaan
kepada Gede Pradnya terus dilakukan agar ketika naik kelas nantinya tetap bisa
berprestasi.
“Kami ucapkan selamat kepada I Gede Pradnya yang telah
berhasil mendapatkan medali emas dan
sangat bangga karena salah satu atlet Denpasar bisa naik podium satu
pada kejuaraan level nasional. Ini membuktikan PBSI Denpasar terus membina
atlet usia dini melalui PB/klub masing-masing,” pungkasnya. (djo)
