Perspectives News

Buka Bulan Bung Karno VIII, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Rawat Jiwa Perjuangan Proklamator

Gubernur Koster, Wagub Giri Prasta, Sekda Dewa Indra dan Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya  dalam pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Senin (1/6). (Foto:humas-Prov.Bali) 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali, Wayan Koster, didampingi Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada Senin (1/6/2026). Pembukaan acara yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila ini digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

​Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan instrumen gamelan tradisional Bali, Bende. Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ny. Seniasih Giri Prasta, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, serta para bupati, walikota, dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali. Turut hadir pula para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali serta ribuan masyarakat.

​Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa Bulan Bung Karno Tahun 2026 mengusung tema "Kawya Atma Kerthi" yang bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator. Ia menegaskan, agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum ideologis dan kultural untuk menghidupkan kembali api perjuangan Sang Proklamator dalam kesadaran kolektif.

​Menurut Koster, tema tersebut mengandung kedalaman filosofis yang luar biasa. "Kawya” adalah ekspresi jiwa yang luhur, “Atma” adalah esensi kesadaran terdalam, dan “Kerthi” adalah upaya penyucian serta pemuliaan. Maka, tema ini mengajak semua untuk tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi menghadirkan kembali jiwa perjuangannya sebagai energi hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan Kita sehari-hari. 

​Gubernur Koster mengatakan, Bali menjadi provinsi yang konsisten menggelar Bulan Bung Karno. Gubernur yang menjabat selama dua periode ini menilai ajang ini sebagai ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa.

​"Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa-jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat," kata Koster.

​Koster menambahkan, sejarah mencatat jalan perjuangan Bung Karno yang ditempa oleh tekanan, penjara, dan pengasingan. Namun, dari keterbatasan itulah lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka; bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

​Bung Karno sendiri dikenal menaruh perhatian dan kekaguman yang mendalam terhadap Bali. Beliau memandang Pulau Dewata sebagai ruang hidup kebudayaan yang utuh, tempat nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial berpadu secara harmonis dan mencerminkan kekuatan jati diri bangsa.

​"Pandangan tersebut menjadi pengingat bagi Kita semua, bahwa Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai luhurnya sebagai bagian dari kepribadian Bangsa Indonesia," urai Gubernur Koster.

​Bagi masyarakat Bali, Bung Karno adalah sumber inspirasi yang hidup. Nilai-nilai perjuangannya ditransformasikan ke dalam pembangunan Bali yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi masa depan.

​Koster menyebutkan, semangat ini sejalan dengan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Visi ini bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara niskala-sakala.

​"Visi ini berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, yang mengandung enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan sejati, yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi," paparnya.

​Dengan pijakan nilai tersebut, Koster mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus memperkuat kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang tangguh dan berdaya saing.

​"Dalam dinamika zaman yang terus bergerak, Kita tidak boleh kehilangan roh kebersamaan. Semangat bekerja bersama, saling menguatkan, dan berbagi tanggung jawab harus tetap menjadi jalan utama dalam setiap upaya pembangunan. Di sanalah terletak kekuatan kolektif yang menjadikan Bali tetap kokoh dan bermartabat. Dengan keteguhan, keikhlasan, dan komitmen yang berkelanjutan, Kita akan mampu memastikan bahwa Bali tidak hanya berkembang, tetapi juga tetap ajeg dalam nilai dan jati dirinya. Inilah bentuk pengabdian Kita dalam menjaga kesinambungan peradaban Bali, demi Nindihin Gumi Bali," pungkas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut.

​Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 ini juga disemarakkan oleh penampilan sejumlah seniman dan musisi lokal Bali, di antaranya Leeyonk Sinatra, Lolot, Bagus Wirata, serta kolaborasi musik dari Naluri Manca x Sine x Bali Extreme Drummer. (*) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama