Perspectives News

Jojo ke Final Indonesia Open 2026 Jumpa Victor Lai

 

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie saat mengalahkan pemain muda asal Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul untuk mencapai final jumpa Victor Lai dari Kanada. (Foto: X.Badminton)

JAKARTA, PERSPECTIVESNEWS – Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie secara meyakinkan melangkah ke partai puncak Indonesia Open 2026 setelah menundukkan pemain muda asal Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul.

Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), pebulutangkis yang akrab disapa Jojo itu menang tiga gim atas Panitchaphon Teeraratsakul dengan skor 16-21, 21-10, 21-12 dalam waktu 58 menit.

Di Final hari Minggu (7/6/2026) Jojo ditantang tunggal putra Kanada, Victor Lai yang sebelumnya secara tak terduga mengalahkan unggulan keenam asal Taiwan Chou Tien Chen dengan rubber game 21-19, 19-21, 21-19.

Jojo tinggal selangkah lagi mengakhiri penantian panjang tunggal putra Indonesia di turnamen kandang. Terakhir kali tunggal putra Indonesia menjuarai Indonesia Open terjadi pada 2012 melalui Simon Santoso.

Perjuangan Jojo ke final tidaklah gampang. Gim pertama, ia kesulitan membaca permainan pemain kidal ini, yang begitu cepat mencegat bola lontaran Jojo.

Gim pertama, Jojo tertinggal jauh 1-7 atas Panitchaphon setelah smes menyilangnya gagal diantisipasi Jojo, unggulan 5 turnamen ini.

Bahkan, Panitchaphon menjauh dengan unggul 9-2. Jojo pun mencoba keluar dari tekanan dengan memperbanyak permainan di depan net dan mengombinasikan dengan bola-bola lob. Strategi itu sempat membuahkan hasil karena Panitchaphon mulai melakukan beberapa kesalahan sendiri.

Jojo mulai mendekat dalam perolehan angka menjadi 8-9, tetapi Panitchaphon tetap mampu menjaga keunggulan 11-9 saat interval. Setelah jeda, Jonatan masih berupaya memperlambat tempo permainan agar tidak terseret pola cepat lawan.

Selepas interval, Jojo terus tertinggal dalam meraup nilai hingga akhirnya gim pertama ditutup oleh   Panitchaphon dengan skor 21-16.

Gim kedua, Jojo dengan pengalamannya mencoba mengendalikan permainan sedang Panitchaphon tetap berusaha memainkan tempo cepat. Tetapi Jojo tetap tertinggal 1-3 di awal gim kedua.

Menyadari hal itu, Jojo mencoba bangkit dan balik unggul 6-3 setelah merebut lima poin beruntun. Jojo makin nyaman mengendalikan permainan, sementara Panitchaphon mulai kehilangan akurasi pukulan.

Jojo unggul 11-8 saat interval gim kedua. Setelah jeda, Panitchaphon mencoba bermain lebih sabar, tetapi perubahan itu justru memberi ruang bagi Jonatan untuk mengatur tempo sesuai keinginannya.

Jojo semakin menjauh setelah pukulan-pukulan Panitchaphon mulai melebar. Dalam posisi tertinggal jauh, wakil Thailand itu terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Jonatan pun menutup gim kedua dengan skor telak 21-10.

Gim penentu, Jojo kian semangat mengalahkan lawannya itu meski tidak terburu-buru menyerang dengan smes kerasnya. Jojo bahkan bermain reli dan tidak memberi ruang bagi Panitchaphon kembali menemukan permainan cepatnya.

Jonatan unggul 11-7 saat interval gim ketiga. Panitchaphon sempat mendekat setelah jeda, tetapi Jojo tetap tenang dan kembali memperlebar jarak melalui variasi pukulan yang membuat lawannya jatuh bangun. Gim penentu ini kembali dimenangkan Jojo dengan 21-12. (*)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama