Pemain Maroko Issa Diop (no.14) melakukan selebrasi bersama
rekannya usai membuat skor imbang 1-1 saat menghadapi Belanda di babak 32 besar
Piala Dunia 2026. Maroko akhirnya memulangkan Belanda lewat adu penalti.
(Foto:dtc/gettyimages)
JAKARTA,
PERSPECTIVESNEWS - Tim nasional Maroko melaju ke babak 16 besar Piala Dunia
2026 seusai menyisihkan Belanda lewat adu penalti yang berakhir dengan skor 3-2
dalam laga 32 besar di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6/2026).
Belanda sebetulnya nyaris memenangkan pertandingan setelah
memimpin lewat gol Cody Gakpo menit ke-72, tetapi kemenangan Oranje raib di
depan mata persis pada menit pertama waktu tambahan lantaran Issa Diop
menyamakan kedudukan 1-1 untuk Maroko. Skor 1-1 bertahan hingga bubaran, bahkan
2x15 menit babak tambahan waktu, memaksa pemenang ditentukan lewat adu penalti.
Dalam adu penalti tiga penendang Belanda yakni Justin
Kluivert, Quentin Timber, dan Crysencio Summerville gagal menuntaskan tugasnya,
sebaliknya dari Maroko hanya Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi yang gagal.
Ismael Saibari, yang selalu mencetak gol di babak penyisihan
grup, menjadi penentu kelolosan Maroko saat ia memperdaya kiper Bart Verbruggen
kala melakoni tugas sebagai algojo kelima timnya.
Intensitas tinggi tersaji sejak sepak mula, terutama
perebutan bola di lini tengah di mana Belanda mencoba menguasai permainan lewat
duet Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong, sementara Maroko memperlihatkan
penampilan disiplin melalui pressing ketat dan duel fisik yang agresif.
Maroko juga menebar ancaman melalui situasi bola mati yang
beberapa kali memaksa Verbruggen melakukan penyelamatan penting, sedangkan
Belanda sempat mengancam lewat aksi Brian Brobbey, Denzel Dumfries, Gakpo, dan
Summerville tetapi tak banyak peluang berarti.
Semenit jelang berakhirnya waktu normal babak pertama, Micky
van de Ven melepaskan tembakan keras yang masih bisa dimentahkan kiper Yassine
Bounou, sehingga skor nirgol tak berubah hingga kedua tim memasuki ruang ganti.
Maroko tampil lebih agresif di awal babak kedua dan nyaris
membuka keunggulan jika saja peluang Ayyoub Bouaddi dan Hakimi tak membentur
mistar gawang.
Belanda justru berhasil memecahkan kebuntuan pada menit
ke-72 ketika Summerville merangsek dari sayap kanan permainan melepaskan umpan
yang mampu diselesaikan dengan baik oleh Gakpo ke gawang Maroko.
Keunggulan itu justru membuat penampilan Belanda mengendur
dan Maroko meresponnya dengan tampil semakin menekan hingga akhirnya Diop
berhasil menyamakan kedudukan dengan mengkonversi umpan Chemsdine Talbi pada
menit pertama waktu tambahan babak kedua, memaksa laga dilanjutkan ke babak
tambahan waktu.
Duel fisik kian memanas pada babak tambahan waktu dan Maroko
sejatinya lebih berpeluang mencetak gol melalui Sofiane Rahimi jika saja
Verbruggen tak sigap mengamankan gawangnya. Skor 1-1 bertahan hingga babak
tambahan waktu kedua berakhir, memaksa pemenang ditentukan lewat adu penalti
yang akhirnya dimenangkan Maroko 3-2. (red)
