Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Jembrana berkolaborasi dengan warga, menggelar aksi gotong royong di Dam Paswar
Sombang, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana Minggu (7/6/2026). (Foto:
BPBD Jembrana).
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Jembrana bergerak cepat memulihkan infrastruktur pertanian yang lumpuh.
Berkolaborasi dengan warga, BPBD menggelar aksi gotong royong di Dam Paswar
Sombang, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Minggu (7/6/2026). Langkah ini
diambil untuk menormalisasi saluran irigasi yang sempat tertimbun material
pascabanjir, sekaligus meminimalkan risiko genangan di permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus
Ardana Putra, mengungkapkan bahwa banjir besar pada April lalu menyisakan
tumpukan material hingga setinggi 1 meter. Dampaknya sangat fatal bagi sektor
pertanian setempat.
"Sejak saluran irigasi tersumbat material banjir,
warga membuat jalur irigasi alternatif, tetapi tidak optimal," ujar Agus
Ardana, Senin (8/6/2026).
Akibat sumbatan tersebut, pasokan air untuk sekitar 200
hektare lahan pertanian warga sempat terganggu secara signifikan.
Mengingat volume material banjir yang sangat besar, BPBD
memadukan pengerahan alat berat dengan kerja manual bersama masyarakat agar
penanganan berjalan cepat dan menyeluruh. Fokus utama aksi ini meliputi
pembersihan area sekitar Dam, pengerukan dan pembukaan kembali saluran
irigasi yang tertimbun serta pembersihan pohon tumbang di Daerah Aliran Sungai
(DAS).
"Kami mengembalikan fungsi irigasi agar aliran air
kembali lancar," imbuhnya.
Selain mengancam ketahanan pangan lokal, penumpukan
material di Dam tersebut kerap memicu luapan air ke permukiman warga saat hujan
deras turun. Dengan normalisasi ini, potensi hambatan aliran air maupun risiko
banjir genangan di wilayah sekitar dapat diminimalkan.
Pascaaksi gotong royong ini, BPBD Jembrana memastikan akan
tetap melakukan pemantauan lanjutan secara berkala, khususnya di titik-titik
rawan genangan selama musim cuaca ekstrem. Upaya preventif ini diharapkan mampu
menjaga keberlanjutan pasokan air bagi petani sekaligus meningkatkan
kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. (dik)
