Perspectives News

Pria Buleleng Tipu Warga Berkedok Bantuan Presiden

 


Petugas mengamankan seorang pria asal Buleleng yang berpura-pura menjadi petugas Dinas Sosial, saat diciduk jajaran Polsek Pekutatan setelah mencoba menipu warga dengan modus menyalurkan bantuan fiktif dari Presiden Prabowo di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, pada Senin (29/6/2026). (Foto: Polsek Pekutatan).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Kedok seorang pria asal Buleleng yang berpura-pura menjadi petugas Dinas Sosial akhirnya terbongkar. Pelaku tak berkutik saat diciduk jajaran Polsek Pekutatan setelah mencoba menipu warga dengan modus menyalurkan bantuan fiktif dari Presiden Prabowo.

Aksi penipuan ini berhasil digagalkan pada Senin (29/6/2026) berkat kejelian seorang warga bernama Muhammad Imam S. di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Menurut penuturan Imam, pelaku awalnya datang dan bertanya-tanya mengenai kepemilikan tanah di lokasi setempat. Tak berselang lama, pelaku mulai melancarkan siasatnya dengan mengaku sebagai petugas survei Dinas Sosial.

"Dia mengaku ada bantuan dari Bapak Presiden kita, Pak Prabowo, senilai Rp 125 juta untuk warga kurang mampu. Lalu dengan rayuannya, dia meminta uang registrasi saat itu juga sebesar Rp 375 ribu untuk membeli meterai dan map berstempel Dinas Sosial," ungkap Imam.

Merasa ada yang janggal dengan nominal bantuan yang fantastis dan desakan biaya registrasi tersebut, Imam langsung meminta istrinya untuk melaporkan kejadian ini kepada Kepala Desa Pulukan dan Bhabinkamtibmas setempat. Tak butuh waktu lama, petugas gabungan langsung bergerak cepat mengamankan pelaku ke Mapolsek Pekutatan.

Kasus ini kini telah resmi dilimpahkan ke Polres Jembrana. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pria asal Buleleng tersebut diduga kuat telah melancarkan aksi serupa di berbagai lokasi lain di wilayah hukum Jembrana.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (30/6/2026).

"Benar, terduga pelaku sudah diamankan. Kami masih melakukan pendalaman kasus ini. Nanti lebih jelasnya akan kami ekspos," tegas AKBP Kadek Citra.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, menambahkan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah mengembangkan kasus untuk melacak korban-korban lainnya. Berdasarkan informasi awal, beberapa warga di wilayah Kecamatan Melaya dikabarkan telah menjadi korban dengan kerugian mencapai Rp 500 ribu.

"Infonya ada sejumlah korban lain, namun kami masih menunggu laporan resmi dari masyarakat," pungkas AKP Alit.  (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama