Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) bisa menjadi salah satu pilihan bagi siswa yang masih bingung akan melanjutkan pendidikan ke PT mana. (Foto: ATR/BPN)
SLEMAN, PERSPECTIVESNEWS- Menentukan program studi
(prodi) menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit yang masih merasa bingung
karena belum memahami bidang yang ingin ditekuni maupun prospek karier yang
dapat diraih setelah lulus.
Bagi siswa yang memiliki minat dalam bidang
agraria/pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi
Pertanahan Nasional (STPN) bisa menjadi salah satu pilihan.
Perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menawarkan empat
prodi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang
pertanahan, pengukuran dan pemetaan, tata ruang, serta pengelolaan administrasi
pertanahan.
Prodi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi
Pertanahan (SPIP)
Bagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang
pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, serta kemampuan analitis yang baik.
Program studi ini banyak mempelajari materi yang berkaitan dengan matematika,
fisika, pengolahan data, gambar teknik, dan teknologi pemetaan.
Karena itu, lulusan SMA dengan kemampuan yang kuat di bidang
IPA umumnya lebih mudah mengikuti perkuliahan. Selain itu, lulusan SMK yang
relevan, seperti Geomatika, Geologi, Komputer, dan bidang terkait lainnya, juga
memiliki peluang yang baik untuk berkembang di program studi ini.
Selama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari berbagai
kompetensi di bidang survei dan pemetaan, mulai dari teknik pengukuran tanah,
pengolahan data spasial, pemetaan digital, sistem informasi geografis (SIG),
fotogrametri, hingga penyajian informasi pertanahan berbasis teknologi.
Salah satu taruna yang memilih prodi SPIP adalah Dandi
Resando. Ia tertarik pada program studi ini karena memadukan kegiatan lapangan
dengan pemanfaatan teknologi modern dalam proses pengukuran dan pemetaan.
“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung
melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan
teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam
pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” katanya, Selasa (16/06/2026).
Prodi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan
Pertanahan (MPRP)
Prodi MPRP ini cocok bagi calon taruna yang memiliki
ketertarikan pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, pelayanan
pertanahan, serta pengelolaan data dan administrasi. Program studi ini relatif
terbuka bagi lulusan SMA dari berbagai jurusan, termasuk IPS, maupun lulusan
SMK yang memiliki latar belakang perkantoran, manajemen bisnis, dan bidang lain
yang relevan.
Selama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari penataan
ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik,
administrasi dan pengelolaan data pertanahan, serta analisis kebijakan di
bidang agraria dan tata ruang. Program studi ini sangat sesuai bagi mereka yang
memiliki minat pada isu-isu pembangunan, tata ruang, pelayanan publik, serta
analisis dan penyusunan kebijakan.
Ayu Hanan Mutia misalnya, memilih prodi MPRP karena tertarik
pada bagaimana suatu wilayah direncanakan dan ditata. Sejak kecil, ia kerap
bertanya bagaimana cara sebuah kawasan dibangun, berkembang, dan tertata dengan
baik. Ketertarikan tersebut semakin kuat ketika ia melihat berbagai persoalan
tata ruang yang masih terjadi di berbagai daerah.
"Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di
daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau
pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari
bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih
baik," ungkap Ayu Hanan Mutia, saat ditemui di Politeknik Agraria STPN di
Sleman, D.I. Yogyakarta.
Prodi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT)
Bagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada
pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, serta pemanfaatan
teknologi dalam layanan pemerintahan. Program studi ini terbuka bagi lulusan
SMA, termasuk dari jurusan IPS, maupun lulusan SMK yang memiliki latar belakang
perkantoran, manajemen bisnis, dan bidang lain yang relevan.
Dibandingkan program studi yang berfokus pada aspek teknis
pengukuran dan pemetaan, KMPT lebih menekankan pada pengelolaan data
pertanahan, administrasi, dan penyelenggaraan layanan kepada masyarakat.
Selama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari sistem
pendaftaran tanah, manajemen data pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis
elektronik, kebijakan pertanahan, tata kelola administrasi, serta pengembangan
layanan publik yang efektif dan modern.
"Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan
pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami
proses pendaftaran tanah, dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan
kepastian hukum dan perlindungan hak bagi masyarakat,” ucap Rizaldi Secondia
Putra, yang mengaku memilih prodi tersebut karena tertarik pada proses
pendaftaran tanah dan regulasi pertanahan.
Prodi Sarjana Terapan Pertanahan
Prodi ini cocok bagi calon mahasiswa yang memiliki
ketertarikan pada isu-isu pertanahan, hukum agraria, penyelesaian sengketa
tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, serta
kebijakan pertanahan.
Program studi ini sesuai bagi mereka yang memiliki kemampuan
analitis, senang mempelajari regulasi dan aspek hukum, serta tertarik memahami
hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan tanah sebagai sumber daya
strategis.
Hal inilah yang menarik minat Taruni asal Kabupaten
Karangasem, Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari. Menurutnya, Program Studi
Pertanahan sesuai dengan karakter dirinya yang menyukai aktivitas di luar
ruangan dan tantangan baru.
“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam.
Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak
kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan
masyarakat,” ujarnya.
Dibandingkan prodi lain di Politeknik Agraria STPN yang
memiliki fokus lebih spesifik, prodi Pertanahan menawarkan cakupan kompetensi
yang lebih luas sehingga memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai
berbagai aspek penyelenggaraan pertanahan.
Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru tahun ajaran 2026/2027,
Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota penerimaan sebanyak 350 calon taruna
yang terbagi ke dalam tiga jalur seleksi, yaitu jalur umum dengan kuota 260
orang; jalur tugas belajar atau PNS yang mendapat penugasa dari Kementerian
ATR/BPN sebanyak 60 orang; dan jalur kerja sama pemerintah daerah sebanyak 30
orang.
Pembagian kuota ini memberikan kesempatan bagi lulusan
SMA/sederajat, aparatur yang mengikuti tugas belajar, serta peserta yang
berasal dari kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menempuh pendidikan.
Dengan pilihan prodi yang semakin beragam dan spesifik,
calon taruna/i memiliki kesempatan untuk memilih bidang pendidikan yang selaras
dengan minat, bakat, dan tujuan kariernya. Bagi lulusan SMA/sederajat yang
tertarik untuk bergabung sebagai Taruna/i Politeknik Agraria STPN, pendaftaran
baru masih dibuka hingga 18 Juni 2026.
Informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan
ketentuan pendaftaran dapat diakses melalui situs web stpn.ac.id. (GE/JR)
