Kepala Kantor Perwakilan BEI Wilayah Bali, I Gusti Agus Andiyasa
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bali menyelenggarakan
workshop mengenai pasar modal kepada wartawan daerah Bali, yang diikuti 30
wartawan di Kantor Perwakilan BEI Bali, Denpasar, Jumat (31/7/2026).
Dalam pemaparannya, Kepala Kantor Perwakilan BEI Wilayah
Bali, I Gusti Agus Andiyasa mengatakan, investasi kini bukan hal yang asing
bagi masyarakat Bali, dan pasar modal kini kian dekat dengan masyarakat dari
berbagai lapisan dengan dilakukannya berbagai terobosan edukasi dari kalangan
kampus.
“Keterlibatan kampus dan institusi pendidikan sangat
membantu memperluas jangkauan informasi pasar modal hingga ke akar rumput. Di
Bali sendiri, BEI telah menggandeng banyak pihak untuk mendirikan galeri investasi,”
ujarnya.
Ditambahkannya, BEI
Bali punya dua galeri investasi, salah saatunya di Universitas Pendidikan
Ganesha (Undiksha) di Singaraja. “Mereka membantu kita untuk di kampus. Jadi
kampus pun bisa memasyarakatkan di sekitar lingkungan kita, nggak hanya
mahasiswa di kampus tersebut,” imbuhnya.
Selain perguruan tinggi, BEI Bali juga lebih jauh dengan
menyasar siswa-siswi SMA dalam memberikan literasi mengenai pasar modal.
Hasilnya, lanjut dia, sejak tiga tahun lalu jumlah investor di pasar modal di
Bali sudah lebih dari 30 ribu.
Meskipun para pelajar belum memiliki Kartu Tanda Penduduk
(KTP), pengenalan dini terhadap pasar modal dianggap penting agar mereka
memiliki wawasan finansial yang matang saat dewasa nanti.
“Sama galeri investasi edukasi. Nah, ini buat apa kita
bekerja sama dengan SMA untuk anak-anak SMA. Walaupun yang belum punya KTP,
setidaknya mereka mengenal dulu nih mengenai pasar modal. Agar apa? Agar ketika
dia sudah dewasa, dia sudah tahu banyak pilihannya,” terangnya.
Berdasarkan data klasifikasi investor saham di Bali,
mayoritas pelaku pasar saat ini didominasi oleh masyarakat yang sudah bekerja,
yakni sekitar 54,6%, sementara sisanya kalangan pelajar dan mahasiswa.
Agus Andiyasa mengatakan, untuk mendukung ekosistem ini,
Bali telah didukung oleh 32 galeri investasi bekerja sama dengan berbagai
elemen baik kampus, non kampus, asosiasi pimpinan pasar, hingga instansi
seperti Rumah BUMN Denpasar.
Selain itu, terdapat pula 18 perusahaan sekuritas atau
anggota bursa yang membuka kantor cabang di Bali untuk melayani masyarakat. Di
era digital seperti sekarang, mencari informasi emiten, memantau pergerakan
saham, membaca prospektus, hingga melihat laporan keuangan perusahaan semakin
dipermudah melalui aplikasi resmi yang dapat diunduh secara gratis. (djo)
