Perspectives News

Bupati Kembang Sambangi Korban Kebakaran di Pekutatan

 


Bupati Kembang melihat secara langsung kondisi rumah milik keluarga Kadek Duwi, korban di Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Minggu (12/7/2026). (Foto: Hms Jbr)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Minggu (12/7/2026) pagi turun langsung mengunjungi warga yang menjadi korban musibah kebakaran di Kecamatan Pekutatan.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus memastikan para korban mendapatkan penanganan dan bantuan yang dibutuhkan.

Setibanya di lokasi, Bupati Kembang melihat secara langsung kondisi rumah milik keluarga Kadek Duwi, korban di Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan.

Ia juga berdialog dengan keluarga untuk mendengarkan kronologi kejadian serta memberikan dukungan moril atas musibah yang terjadi.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan. Pemerintah Kabupaten Jembrana akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar bantuan yang diperlukan bisa segera disalurkan,” ujar Bupati Kembang.

Dengan kejadian ini, Bupati Kembang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan penggunaan peralatan rumah tangga dilakukan secara aman.

“Kita semua tentu tidak menginginkan musibah seperti ini terjadi. Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan aspek keselamatan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Selain itu, Bupati Kembang juga menekankan kepada petugas pemadam kebakaran untuk merespons dengan cepat setiap laporan kebakaran dan juga sigap dalam penanganan kebakaran di lokasi.

Hal itu diperlukan untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan akibat kebakaran.

“Saya apresiasi kinerja tim Damkar Jembrana, dengan cepat datang ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api. Termasuk juga dari rekan-rekan Satpol PP Jembrana, dari kecamatan dan perangkat desa secara bergotong royong membantu membersihkan puing-puing pasca terjadinya kebakaran," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw, membenarkan insiden tersebut. Menurut penjelasannya, petaka bermula sekitar pukul 19.15 WITA saat salah seorang anggota keluarga, Ni Komang Cantika Aditya Putri Wijaya, melakukan ritual persembahyangan (mebanten) di pelangkiran balai sari menggunakan sarana canang dan dupa menyala.

Nahas, setelah ditinggal beberapa saat, situasi berubah mencekam. Pada pukul 21.14 WITA, korban terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan melahap bagian atap bangunan. Teriakan histeris meminta tolong pun langsung memecah keheningan malam, memicu kepanikan warga sekitar yang berhamburan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya.

"Diduga kebakaran tersebut berasal dari api dupa yang jatuh mengenai kasur spon yang berada di bawah tempat sembahyang," ujar Kompol Benyamin Nikijuluw, Minggu (12/7/2026).

Adapun objek yang terbakar yakni bangunan rumah khususnya kamar tidur, bangunan bale sari dan dapur.

Kasatpol PP Jembrana adalah I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan tidak ada korban jiwa atas musibah kebakaran tersebut, namun kerugian ditafsir mencapai ratusan juta.

"Api berhasil dikendalikan secara total setelah tim Damkar Jembrana menerjunkan 4 unit armada pemadam kebakaran dibantu peran serta masyarakat setempat. Selain itu, hari ini juga kita Satpol PP Jembrana bersama kecamatan dan perangkat desa juga melaksanakan giat gotong royong membantu korban untuk membersihkan puing-puing bangunan yang sudah rusak," pungkasnya. (prokopim Jbr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items