Perspectives News

Kejar Target, Agen Perlinsos Jembrana Lakukan Door to Door

 

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat memantau pendataan Perlinsos beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Jembrana).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Laju pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Jembrana terus memunculkan fakta menarik. Demi mengejar target dan menyisir warga yang belum terdata, tim di lapangan kini mengubah strategi total, beralih dari pengumpulan massal di balai banjar menjadi aksi door to door langsung ke rumah-rumah warga.

Hingga pertengahan Juli 2026, Jembrana mencatatkan progres signifikan dengan mendata 52.294 Kepala Keluarga (KK) atau 50,90 persen dari total target 102.722 KK. Capaian ini menempatkan Jembrana di posisi runner-up tercepat di Provinsi Bali, tepat di bawah Kabupaten Bangli.

"Secara capaian kita berada di angka 50,90 persen. Untuk tingkat provinsi, Jembrana berada di peringkat kedua setelah Bangli," ujar Kepala Bappeda Jembrana sekaligus Sekretaris Perlinsos Jembrana, I Gusti Made Wijaya.

Meski jumlah personel kini diperkuat menjadi 1.612 agen, metode door to door diakui membuat laju harian sedikit melambat. Namun, pola ini dinilai jauh lebih efektif untuk menyasar warga yang kerap tidak berada di rumah saat pendataan komunal.

Jika dibedah per wilayah, progres pendataan menunjukkan ketimpangan yang cukup lebar antar-kecamatan. Tercatat progres tertinggi yakni wilayah Kecamatan Jembrana sebesar 56,67 persen, dengan 11.604 KK telah terdata dari target 20.477 KK. Selanjutnya Kecamatan Pekutatan dengan capaian 54,60 persen atau 4.756 KK dari target 8.711 KK, disusul Kecamatan Negara sebesar 50,78 persen atau 16.231 KK dari target 31.962 KK.

Sementara itu, Kecamatan Mendoyo masih berada pada angka 47,43 persen dengan 10.646 KK terdata dari target 22.447 KK dan capaian terendah yakni di Kecamatan Melaya sebesar 43,55 persen atau 8.329 KK dari target 19.125 KK.

Di sisi lain, proses verifikasi calon penerima Bantuan Sosial (Bansos) menghasilkan temuan mengejutkan. Sebagian besar usulan warga ternyata belum memenuhi kriteria kelayakan.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): 35.466 KK dinyatakan tidak layak, sementara 15.254 KK berpotensi layak, serta 69 KK masih dalam proses verifikasi.

Program Keluarga Harapan (PKH): 44.505 KK masuk kategori tidak layak. Sementara 5.188 KK berpotensi layak dan 81 KK dalam verifikasi lanjutan.

Merespons ketatnya hasil verifikasi ini, Wijaya mengimbau masyarakat di kelompok prioritas (desil 1 hingga desil 5) yang merasa berhak namun tidak terdaftar untuk segera memanfaatkan mekanisme sanggah.

"Masyarakat yang memang berhak harus menerima bantuan, sedangkan yang tidak memenuhi kriteria tidak lagi menerima. Seluruh penetapan nantinya akan mengacu pada sistem dan hasil pendataan Kemensos," tegas Wijaya. (dik)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama