Perspectives News

Optimalisasi Bantuan Sosial, Pemkot Denpasar Terjunkan 1.935 Agen Pemutakhiran Data Warga Rentan


Wawali Arya Wibawa saat memimpin Rakor Perlinsos di Ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, Lumintang, Denpasar, pada Jumat (24/7). (Foto: HumasDps) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat langkah percepatan pendataan dan pemutakhiran data sosial masyarakat. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh program perlindungan sosial (perlinsos) benar-benar menjangkau warga yang berhak menerima tanpa ada yang terlewat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Perlinsos yang dipimpin Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, pada Jumat (24/7) di Ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, Lumintang, Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Denpasar juga resmi melipatgandakan jumlah agen pendataan lapangan dari 935 menjadi 1.935 orang yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.

Rakor tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Merta, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku bapak angkat desa/kelurahan, para camat, serta perbekel dan lurah se-Kota Denpasar sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa menekankan pentingnya akurasi data sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan dan penyaluran bantuan sosial. Sinergi antara perangkat daerah hingga agen pendataan diminta terus diperkuat agar verifikasi berjalan cepat tanpa mengurangi kualitas data.

Pemkot Denpasar mematok dua target utama, yakni menuntaskan verifikasi sekitar 38 ribu kepala keluarga (KK) kategori Desil 1 hingga Desil 5 pada akhir Juli, serta mencakupi pendataan 60 persen dari total 186.421 KK (sekitar 111.600 KK) dalam rentang 20 hari kerja, mulai 24 Juli hingga 12 Agustus 2026.

Sejumlah strategi diterapkan untuk mengejar target tersebut, salah satunya melalui gerakan serempak berbasis komunitas yang melibatkan seluruh unsur pemerintah wilayah, tim bapak angkat, dan agen Perlinsos. Jadwal pelayanan di lapangan juga disesuaikan pada sore hingga malam hari agar sistem aplikasi berjalan lebih lancar dan partisipasi warga meningkat, dengan tetap mempertimbangkan kegiatan adat dan sosial di masing-masing wilayah.

Berdasarkan pembaruan Portal Perlinsos per 23 Juli 2026, sebanyak 12.355 KK (6,63 persen dari total KK di Denpasar) telah terdaftar. Dari angka tersebut, 5.719 KK berhasil terdata berkat pendampingan langsung dari agen Perlinsos—yang terdiri dari kepala dusun/lingkungan, tim bapak angkat, eks-kader Jumantik, serta guru dan tenaga pendidik. Pendataan ini turut diintegrasikan dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk membantu warga yang terkendala perangkat maupun teknis.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, membeberkan dinamika pemutakhiran data di lapangan. Dari 38.437 data awal kelompok Desil 1 hingga Desil 5, terdapat 1.119 data yang dieliminasi, terdiri dari 483 warga meninggal dunia dan 636 warga berpindah domisili, sehingga menyisakan 37.318 data aktif yang kini diverifikasi.

Uji coba aplikasi Perlinsos ini tidak hanya bertujuan memperbarui data, tetapi juga menguji akurasi informasi pemerintah dengan kondisi riil di masyarakat. Pemerintah memberikan ruang bagi warga untuk mengajukan sanggahan jika data di aplikasi tidak sesuai dengan kondisi sosio-ekonomi mereka saat ini.

Selain itu, skema ini sekaligus mengedukasi masyarakat agar mengisi data secara jujur serta memahami kategori penerima bantuan (layak, tidak layak, dan berpotensi layak) demi terwujudnya penyaluran bantuan sosial yang lebih adil, akurat, dan tepat sasaran. (Pur/Humasdps)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama