Dinas Pertanian Kota Denpasar panen jagung manis varietas Golden Boy, di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (2/7). (Foto: Humas Dps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Denpasar dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang menganggur kembali membuahkan hasil nyata. Melalui program pemanfaatan lahan bera, Dinas Pertanian Kota Denpasar sukses menggelar panen jagung manis varietas Golden Boy di Subak Intaran Barat, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (2/7).
Panen kali ini dilakukan di atas lahan seluas 20 are, yang merupakan bagian dari total luasan program pemanfaatan lahan bera sebesar 1 hektare di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh I GAN Anggreni Suwari, SP., M.Si. (Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar), Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jajaran Dinas Pertanian Kota Denpasar & Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Pekaseh Subak Intaran Barat serta para petani setempat yang terlibat dalam pengelolaan lahan.
Kepala Bidang TPH, I GAN Anggreni Suwari, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan bera merupakan salah satu strategi taktis untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang sementara tidak ditanami agar tetap produktif. Selain mendongkrak nilai ekonomi lahan, program ini dirancang untuk menambah pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Program pemanfaatan lahan bera di Subak Intaran Barat dilaksanakan pada areal seluas 1 hektare dengan sistem penanaman secara bertahap. Pola tanam ini diterapkan agar masa panen berlangsung berkesinambungan, sehingga pasokan jagung manis ke pasar tetap stabil dan tidak terjadi penumpukan hasil panen dalam satu waktu," ujarnya.
Pada panen tahap ini, lahan seluas 20 are tersebut berhasil menghasilkan sekitar 3,21 ton jagung manis. Angka ini setara dengan produktivitas tinggi sebesar 16,02 ton per hektare.
Capaian impresif ini membuktikan bahwa lahan bera memiliki potensi yang sangat menjanjikan apabila dikelola dengan teknologi budidaya yang tepat, serta didukung sinergi yang kuat antara petani, penyuluh, dan pemerintah.
Melalui keberhasilan program ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar berharap semakin banyak lahan bera yang dapat dimanfaatkan secara optimal. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga keberlanjutan usaha tani, serta memperkokoh ketahanan pangan di Kota Denpasar.
"Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus melahirkan inovasi pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan," tutup Anggreni Suwari. (Pur/humasdps)