Perspectives News

Rakor Forkopimda Bali, Gubernur Koster Imbau Warga Tak Terprovokasi Medsos dan Jaga Kondusivitas Pariwisata


Gubernur Koster saat memimpin Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali yang dilksanakan di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7). (Foto: Humas-Prov. Bali) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Menjaga keamanan dan ketertiban menjadi kunci utama dalam mempertahankan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Untuk memastikan Pulau Dewata tetap aman, tertib, dan kondusif di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat maupun media sosial, sinergi antara seluruh unsur keamanan dan pemerintah terus diperkuat.

Hal tersebut menjadi perhatian utama dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7).

Rakor tersebut membahas sejumlah persoalan terkait keamanan, ketertiban, serta keimigrasian warga negara asing (WNA), sekaligus mengevaluasi berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan Bali. Laporan dari Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kabinda Bali, jajaran Imigrasi, serta Danrem 163/Wirasatya secara umum menyatakan kondisi Bali saat ini masih aman, baik, dan kondusif.

Kendati demikian, Gubernur Koster mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menyimpulkan kondisi Bali hanya berdasarkan pemberitaan maupun dinamika di media sosial. Menurutnya, informasi yang beredar terkadang hadir dari berbagai sudut pandang dan belum tentu menggambarkan fakta secara utuh.

“Bukan tentang satu atau dua masalah besar apa yang diatensi dalam rapat ini, tetapi intinya secara umum bagaimana Bali dengan sektor pariwisatanya tetap kondusif. Koordinasi ini memang kami gelar secara rutin guna mengevaluasi keamanan di Provinsi Bali. Beberapa isu yang muncul dalam pemberitaan di media sosial pun terkadang tidak sesuai dengan faktanya,” ujar Koster.

Ia menegaskan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait telah melakukan kajian dan evaluasi secara menyeluruh. Ke depan, intensitas kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga akan ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menjaga Bali tetap aman dan terkendali. Langkah ini tidak semata-mata ditujukan untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga menjadi bagian dari penegakan hukum dan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Sementara itu, terkait aktivitas komunitas pelari yang dilakukan oleh WNA dan sempat menjadi perhatian publik, Gubernur Koster mengatakan masyarakat tidak perlu terlalu merisaukannya. Menurutnya, kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan aktivitas olahraga dan dilaksanakan pada pagi hari sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Koster kembali menegaskan bahwa pemerintah bersama jajaran keamanan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan berbagai aktivitas di Bali berlangsung sesuai ketentuan.

Rakor Forkopimda tersebut sekaligus menegaskan bahwa menjaga Bali tetap aman dan kondusif membutuhkan kerja bersama. Bagi Bali yang menggantungkan sebagian besar denyut perekonomiannya pada pariwisata, keamanan bukan sekadar persoalan ketertiban, tetapi juga menyangkut rasa nyaman masyarakat dan kepercayaan wisatawan. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diharapkan tetap tenang, kritis dalam menerima informasi, serta tidak mudah terprovokasi. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama