Perspectives News

Sasar Generasi Muda, TP PKK Bali Jadikan HKG ke-54 Wadah Penguatan Karakter dan Pelestarian Budaya

Ny. Putri Koster menyaksikan berbagai lomba dalam rangkaian perlombaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Bali, di Gedung Narigraha, Rabu (1/7). (Foto: Humas-Prov.Bali) 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Guna menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus membentuk karakter generasi muda sejak dini, Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali secara aktif melibatkan kalangan pelajar dalam rangkaian perlombaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Bali.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab kolektif. Menurutnya, sinergi yang kuat antara lingkungan sekolah dan keluarga—khususnya peran ibu sebagai pendidik utama di rumah—sangat krusial dalam mencetak generasi unggul yang berkarakter.

“Sekolah memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti, etika, dan sopan santun yang akan menjadi bekal anak hingga dewasa,” ujar Ny. Putri Koster saat membuka Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Gedung Narigraha, Rabu (1/7).

Lomba senam tersebut diikuti oleh perwakilan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari seluruh kabupaten/kota se-Bali, di mana setiap daerah mengirimkan tim berkekuatan 20 peserta. Tak sekadar mengampanyekan gaya hidup sehat lewat olahraga, ajang ini juga dirancang untuk mempererat tali kebersamaan antar-siswa.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster mengajak seluruh peserta untuk berkompetisi secara sehat dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas, kekompakan, dan rasa saling menghargai. Ia juga mengimbau para pelajar untuk menjauhkan diri dari sikap iri hati maupun persaingan yang tidak sehat selama perlombaan berlangsung.

Selain kompetisi senam, kemeriahan HKG PKK ke-54 juga diisi dengan lomba memasak dan lomba paduan suara yang turut melibatkan pelajar SMA se-Bali. Rangkaian kegiatan ini sengaja dikemas untuk mendukung kesehatan jasmani dan rohani, sekaligus memperkokoh pelestarian budaya daerah.

Lomba Memasak, diarahkan untuk mengedukasi peserta mengenai pentingnya mengolah makanan sehat secara mandiri dengan memanfaatkan bahan alami yang bergizi. Ny. Putri Koster menilai, kebiasaan memasak sendiri dapat melatih generasi muda untuk mengenali pola makan sehat tanpa ketergantungan pada penyedap rasa buatan secara berlebihan.

Sementara itu, Lomba Paduan Suara, digelar sebagai langkah konkret dalam memperkenalkan dan melestarikan lagu-lagu daerah Bali kepada generasi penerus. Melalui harmoni suara, para pelajar diharapkan dapat semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan leluhur mereka.

Melalui inisiatif ini, TP PKK Provinsi Bali berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik dan berkarakter kuat, tetapi juga memiliki kepedulian serta komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama