BPBD Kabupaten Jembrana mendistribusikan dan memasang 14 tandon air bersih di titik-titik strategis permukiman warga, Selasa (18/8/2026). (Foto: BPBD Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mendistribusikan dan memasang 14
tandon air bersih di titik-titik strategis permukiman warga.
Langkah cepat ini diambil guna mempermudah akses masyarakat
terhadap pasokan air bersih menyusul krisis air yang kian meluas akibat kemarau
panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra,
menyatakan bahwa penempatan tandon-tandon tersebut difokuskan pada area yang
mudah dijangkau warga terdampak. Suplai air ke seluruh tandon dilakukan secara
berkala menggunakan armada truk tangki milik BPBD, yang turut didukung oleh
Palang Merah Indonesia (PMI) serta unit Pemadam Kebakaran.
"Dari total 16 tandon yang kami miliki, sebanyak 14
unit sudah terpasang di lapangan, satu unit disiagakan sebagai cadangan, dan
satu unit lainnya sedang diperbaiki karena bocor," ujar Agus, Selasa
(18/8/2026).
Pemasangan belasan tandon ini menjadi solusi mendesak
mengingat krisis air bersih mulai merambah wilayah baru. Setelah sebelumnya
melanda Kelurahan Pendem di Kecamatan Jembrana dan Desa Manistutu di Kecamatan
Melaya, kekeringan kini meluas ke Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo.
Di Desa Yehembang Kauh, BPBD telah menyalurkan 10.000 liter
air bersih ke dua titik penampungan. Rinciannya, satu tandon berkapasitas 5.000
liter disiapkan di Banjar Sekar Kejula untuk mencukupi kebutuhan 241 keluarga,
serta 5.000 liter lainnya dialokasikan di Banjar Kedisan untuk melayani 134
keluarga sekaligus mengisi bak penampungan air di pura setempat.
Mengingat keterbatasan fasilitas penampungan dan belum semua
wilayah terfasilitasi tandon, pihak BPBD mengimbau masyarakat di titik
terdampak lainnya untuk menyiapkan wadah mandiri. Armada tangki akan terus
bergerak melakukan pengisian bertahap ke permukiman warga selama musim kemarau
berlangsung. (dik)
