Petugas damkar berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda sebuah rumah milik I Ketut Sorken (75), di Banjar Munduk Tumpeng Kaler, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (27/8/2026) siang. (Foto: Damkar Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS — Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal milik seorang petani lanjut usia, I Ketut Sorken (75), di Banjar Munduk Tumpeng Kaler, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (27/8/2026) siang. Insiden yang diduga dipicu sisa api dupa persembahyangan tersebut mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana. Ia menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh korban sendiri sekitar pukul 14.18 WITA saat melihat kepulan asap tebal membumbung tinggi dari salah satu kamar tidurnya.
"Dugaan awal api dipicu dari bekas dupa sembahyang yang menyambar benda mudah terbakar di dalam kamar. Kendati demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan guna memastikan penyebab pastinya," ujar Eko Susilo, Kamis (27/8/2026).
Api dengan cepat melahap bangunan seluas kurang lebih 20 meter persegi yang mencakup dua kamar tidur dan satu ruang tamu. Sejumlah barang berharga ludes tak bersisa, di antaranya satu unit televisi, dua set kasur, dua lemari pakaian beserta isinya, perabotan rumah tangga, hingga uang tunai senilai Rp50 juta yang tersimpan di dalam rumah.
Secara keseluruhan, total taksiran kerugian mencapai sekitar Rp200 juta, yang terdiri dari kerugian fisik bangunan serta barang senilai Rp150 juta, ditambah uang tunai Rp50 juta.
Untuk memadamkan kobaran api, Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Satpol PP Jembrana mengerahkan Regu I dengan tiga unit armada damkar. Petugas membutuhkan waktu sekitar 10 menit menuju lokasi dan menghabiskan sekitar 3.500 liter air selama proses penanganan.
"Penanganan memakan waktu sekitar satu setengah jam hingga situasi benar-benar padam dan dinyatakan aman. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini," imbuh Eko Susilo.
Hingga proses pendinginan selesai, pemilik rumah dilaporkan masih mengalami trauma dan syok atas musibah yang menimpa tempat tinggalnya, sehingga belum dapat dimintai keterangan secara mendalam. Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa memastikan sisa api dupa maupun peralatan listrik dalam kondisi aman guna mencegah peristiwa serupa. (dik)