Perwakilan Bank BPD Bali dan PT Taspen foto bersama seusai Sosialisasi Ketaspenan Flagging dan Layanan Antara Bank BPD Bali dengan Taspen, di Aula Kantor Pusat Bank BPD Bali Denpasar. (Foto: Humas Bank BPD Bali)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS
- Sebagai upaya dalam memberikan layanan prima bagi nasabah, khususnya para
peserta Taspen, Bank BPD Bali bersinergi dengan PT Taspen menyelenggarakan
kegiatan "Sosialisasi Ketaspenan Flagging dan Layanan Antara Bank BPD Bali
dengan Taspen". Acara yang dihadiri oleh perwakilan karyawan-karyawati
unit kerja Bank BPD Bali ini berlangsung di Aula Kantor Pusat Bank BPD Bali,
Denpasar.
Kegiatan strategis ini berfokus pada tiga agenda utama,
yakni sosialisasi mekanisme flagging baru, penambahan user aplikasi, serta
pembahasan pembaruan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Flagging. Inovasi sistem ini
dirancang agar proses identifikasi dan kepesertaan Taspen di lingkungan
perbankan berjalan lebih akurat, aman, terstandarisasi, dan efisien.
Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika,
S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus
terjalin dengan sangat baik antara Bank BPD Bali dan PT Taspen Kantor Pusat
maupun Cabang.
"Ketiga agenda yang dibahas hari ini saling berkaitan
dan menjadi bagian penting dalam upaya kita bersama untuk menyempurnakan proses
flagging kepesertaan Taspen,” ujar Made Lestara dalam siaran pers kepada
perspectivesnews, Sabtu (1/8/2026).
Melalui mekanisme baru ini pihaknya berharap akurasi
identifikasi dan validasi data meningkat, sementara proses input dan monitoring
operasional dapat berjalan lebih cepat, optimal, dan tidak menumpuk pada satu
pihak.
“Pada akhirnya, semua ini bermuara pada peningkatan kualitas
layanan kepada peserta Taspen di lapangan," imbuh Made Lestara.
Sementara Branch Manager PT Taspen Denpasar, Manaksak
Siburian, lebih menyoroti pentingnya kelancaran komunikasi antarinstansi.
Menurut Manasak Siburian, perubahan mekanisme operasional ini juga bertujuan
untuk mempercepat proses layanan dengan mendekatkan proses verifikasi ke
tingkat cabang.
"Dengan perubahan pola pelaksanaan ini, verifikasi dan
validasi flagging kini didekatkan ke kantor cabang. Sinergi ini tidak mungkin
terjadi tanpa adanya kolaborasi, dan kolaborasi butuh komunikasi yang baik.
Tujuan utama kita murni untuk meningkatkan layanan dan kepuasan nasabah, terutama
para pensiunan," kata Manaksak.
Inisiatif Bank BPD Bali dalam memfasilitasi percepatan
sosialisasi regulasi baru ini mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan pusat.
Regional Operations Department Head PT Taspen Kantor Pusat,
Muhammad Samsuri, memuji langkah proaktif BPD Bali di antara puluhan mitra
kerja sama Taspen secara nasional.
"Dari sekitar 46 mitra kerja sama kami, inisiatif
sosialisasi secara langsung ke level operasional ini pertama kali datang dari
Bank BPD Bali. Ini adalah hal yang luar biasa positif. Ke depannya, otoritas
penyelesaian (open flagging) akan diserahkan sepenuhnya ke mitra perbankan.
Untuk mendukung hal tersebut, kami juga memperketat sistem keamanan user dengan
autentikasi ganda guna memastikan keamanan data nasabah," jelas Samsuri.
Melalui sosialisasi ini, seluruh perwakilan unit kerja Bank
BPD Bali diharapkan dapat memahami dan mengimplementasikan mekanisme
operasional secara komprehensif. Sinergi dan pembaruan legalitas operasional
antara Bank BPD Bali dan PT Taspen diharapkan terus membawa kemudahan,
keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh nasabah pensiunan di Bali. (adv-10)
