Telkomsel bersama Telkom Group melakukan percepatan pemulihan jaringan pascagempa Flores. Melalui mobilisasi personel, genset, dan battery backup, 100% site Telkomsel di wilayah terdampak telah kembali beroperasi, memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga selama masa tanggap darurat. (Foto: Telkomsel)
FLORES, PERSPECTIVESNEWS- Telkomsel
bersama Telkom Group berhasil menuntaskan pemulihan layanan telekomunikasi
pascagempa yang berdampak di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Setelah melalui proses recovery secara intensif di tengah berbagai tantangan
lapangan, hingga 18 Agustus 2026 seluruh site Telkomsel di wilayah terdampak
telah kembali beroperasi (100% Recovery).
Gempa sebelumnya berdampak terhadap layanan Telkomsel
di tujuh kabupaten, yakni Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur,
Manggarai, dan Manggarai Barat. Dari total 735 site Telkomsel di wilayah
terdampak, lebih dari 400 site sempat mengalami gangguan pascagempa.
Pemulihan dilakukan secara bertahap melalui
mobilisasi tim teknis, penguatan sumber daya kelistrikan, serta koordinasi
intensif bersama berbagai pihak hingga seluruh site berhasil kembali
beroperasi.
Vice President Area Network Operations Jawa Bali
Telkomsel, Nugroho Adi Wibowo, mengatakan, “Pemulihan jaringan pascabencana
membutuhkan kerja bersama dan respons yang cepat. Sejak awal kejadian, tim
Telkomsel bersama Telkom Group dan seluruh mitra terkait terus bergerak di
lapangan untuk memulihkan layanan. Bagi kami, setiap site yang kembali
beroperasi berarti semakin banyak masyarakat yang dapat kembali terhubung
dengan keluarga, memperoleh informasi penting dan mendukung koordinasi selama
masa tanggap darurat,” jelas Nugroho, Selasa (18/8/2026).
Kerahkan Puluhan Genset hingga Battery Backup
Salah satu tantangan terbesar dalam proses
pemulihan adalah terganggunya pasokan listrik di berbagai lokasi. Dampak gempa
menyebabkan sejumlah infrastruktur distribusi PLN mengalami gangguan, mulai
dari trafo yang jatuh, tiang listrik roboh, hingga kabel jaringan distribusi
yang terputus atau jatuh.
Untuk menjaga operasional site selama proses
pemulihan pasokan listrik, Telkomsel mengerahkan berbagai perangkat pendukung
daya yang terdiri dari 44 fixed genset, 27 mobile genset, serta 29 pack battery
backup.
Mobile genset juga didatangkan dari luar pulau
untuk memperkuat kebutuhan daya di wilayah terdampak. Proses pengiriman
membutuhkan waktu karena harus menempuh perjalanan menuju Flores sekaligus
menyesuaikan dengan kondisi akses menuju sejumlah lokasi.
“Kami melakukan berbagai skenario untuk
mempercepat recovery, termasuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di
lokasi, melakukan mobilisasi genset, serta mendatangkan dukungan perangkat dari
luar wilayah. Seluruh upaya dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan tim
yang bekerja di lapangan,” tambah Nugroho.
Longsor dan Akses Lokasi Jadi Tantangan
Selain gangguan pasokan listrik, akses menuju
sejumlah site menjadi salah satu tantangan utama bagi tim recovery. Gempa
memicu longsor yang menyebabkan beberapa ruas jalan tertutup sehingga
mobilisasi personel maupun perangkat pendukung menuju lokasi membutuhkan
penanganan dan rute alternatif.
Tim di lapangan terus melakukan pemetaan kondisi
site berdasarkan tingkat prioritas dan dampaknya terhadap layanan masyarakat. Koordinasi
juga dilakukan secara intensif dengan TelkomGroup, pemerintah daerah,
regulator, PLN, BPBD, serta mitra terkait untuk mempercepat akses dan pemulihan
infrastruktur pendukung.
Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam
mempercepat peningkatan kondisi jaringan dari ratusan site yang sempat
mengalami gangguan hingga hampir seluruh site kembali beroperasi.
100 Persen Site Recovery
Meski seluruh site telah kembali
beroperasi, proses penanganan tidak berhenti pada pemulihan perangkat jaringan.
Telkomsel terus melakukan monitoring kualitas layanan, optimalisasi jaringan,
pengecekan kestabilan pasokan daya, serta penguatan infrastruktur pendukung
untuk memastikan layanan tetap stabil dan dapat digunakan secara optimal oleh
masyarakat.
“Di tengah kondisi bencana,
konektivitas memiliki arti yang jauh lebih besar. Masyarakat membutuhkannya
untuk memberi kabar kepada keluarga, mendapatkan informasi resmi, hingga
mendukung koordinasi berbagai pihak dalam penanganan bencana. Karena itu,
setelah seluruh site kembali beroperasi, kami tetap melakukan pemantauan dan
optimalisasi untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Nugroho.
Telkomsel bersama TelkomGroup akan
terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi jaringan dan
infrastruktur pendukung di seluruh wilayah terdampak.
Melalui semangat Melayani Sepenuh
Hati, Telkomsel berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat Flores,
tidak hanya melalui pemulihan dan penguatan konektivitas, tetapi juga dalam
mendukung proses tanggap darurat serta pemulihan pascabencana secara
menyeluruh. (lan/*)
