Petugas Medikvet melakukan vaksinasi emergensi pada Selasa (22/9/2026) di Banjar Moding Kaja, berhasil menjaring 28 ekor HPR, yang terdiri dari 26 ekor anjing dan 2 ekor kucing. (Foto: Bidang Keswan).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Dinas Pertanian,
Perikanan, dan Pangan (PPP) Kabupaten Jembrana melalui bidang Keswan-Kesmavet,
bergerak cepat menggelar vaksinasi darurat (emergency) setelah mendeteksi
lonjakan kasus positif rabies pada Hewan Penular Rabies (HPR).
Penyisiran intensif dilakukan di area sekitar temuan kasus
guna memutus rantai penularan dan menjangkau hewan liar maupun peliharaan yang
belum divaksinasi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PPP
Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan bahwa langkah penanganan
difokuskan pada titik-titik rawan, meliputi Lingkungan Pangkung Gayung
(Kelurahan Baler Bale Agung), Banjar Moding Kaja (Desa Candikusuma), serta
Banjar Munduk (Desa Pohsanten).
Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner
(BBVet) Denpasar dari lima sampel otak hewan yang dikirimkan, tiga di antaranya
resmi dinyatakan positif rabies.
"Dari beberapa sampel yang dikirim dan diuji, mayoritas
merupakan anak anjing dan hasilnya positif," ungkap Sugiarta, Rabu
(24/9/2026).
Tim medis veteriner di lapangan menerapkan skema penyisiran
bertahap, diantaranya, Baler Bale Agung & Berangbang pada Senin, (21/9/2026),
petugas memvaksinasi 1 ekor anjing di Baler Bale Agung, yang kini telah
mencapai cakupan vaksinasi hingga 99 persen. Penyisiran kemudian diperluas ke
wilayah perbatasan di Banjar Pengajaran, Desa Berangbang, dan berhasil
memvaksinasi 2 ekor anjing lainnya.
Di hari yang sama, pada Pasar Adat Lelateng, petugas
menindaklanjuti aduan warga terkait maraknya anjing liar, petugas menyisir
kawasan pasar dan memvaksinasi 11 ekor anjing.
Selanjutnya pada Selasa (22/9/2026) di Banjar Moding Kaja,
petugas berhasil menjaring dan memvaksinasi 28 ekor HPR, yang terdiri dari 26
ekor anjing dan 2 ekor kucing. Sementara di Banjar Munduk, Desa Pohsanten pada
Rabu, (23/9/2026) pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan menyusul dengan
pendampingan dari kelian banjar setempat untuk mempermudah penyisiran.
Sugiarta mengimbau masyarakat untuk bertindak proaktif tanpa
harus menunggu insiden gigitan terjadi. Pemilik HPR diharapkan segera melapor
ke dinas terkait jika hewan peliharaannya belum mendapatkan vaksinasi rabies
demi keamanan bersama.