Perspectives News

Armand Enggan Pimpin Kembali FORKI Bali, tapi Bisa Berubah Jika 6 Syarat Ini Dipenuhi

 

Armand Setiawan Wulianadi belum bersedia dicalonkan kembali sebagai nakhoda FORKI Bali masa bakti 2026-2030. (Foto: djo)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bali periode 2022-2026 Armand Setiawan Wulianadi enggan memimpin kembali FORKI Bali meski ia mendapat dukungan 13 pemilik suara dari 16 pemilik suara pada Musprov FORKI Bali, Sabtu 5 September 2026.

Ditemui di Kuta, Bali, Kamis (3/9/2026), pria yang akrab disapa Armand Joger ini membenarkan bahwa ada 13 pemilik suara yang mengajukan dirinya sebagai Ketua Umum FORKI Bali periode 2026-2030 pada musprov nanti. Namun hal itu bukan berarti dirinya otomatis bersedia menjadi orang nomor satu di FORKI Bali.

Bahkan, Armand Joger dengan tegas mengungkapkan bahwa baru 45 persen keyakinannya untuk maju kembali sebagai Ketum Pengprov FORKI Bali. “Masih 50 persen enggak kepingin maju sih,” ujarnya.

Armand Joger bilang kalau dirinya belum pernah memberikan sebuah pernyataan bersedia kepada 13 pemilik suara yang mengusungnya. Keraguan tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawabnya di luar organisasi.

Armand Joger mengaku selama empat tahun terakhir cukup banyak membagi waktu antara mengurus FORKI Bali dengan tanggung jawab terhadap perusahaan dan keluarga. “Empat tahun saya ngurus FORKI Bali, keluarga Joger ini lumayan keteteran juga,” ungkapnya.

Karena itu, ia membutuhkan kepastian bahwa apabila kembali memimpin FORKI Bali empat tahun ke depan, beban membangun prestasi karate Bali benar-benar menjadi tanggung jawab bersama.

Armand Joger mengaku tidak ingin dukungan yang diberikan kepadanya hanya bersifat formalitas atau sekadar ucapan. Ia berharap ada komitmen nyata dari seluruh pihak untuk bersama-sama membawa Bali mencapai prestasi tertinggi. “Jangan jadi jebakan, jangan lip service saja. Kalau mau benar-benar maju bersama, ayo,” katanya.

Itu sebabnya secara gamblang, Armand Joger menyampaikan enam komitmen yang menurutnya harus menjadi kesepakatan bersama apabila dirinya diminta mempertimbangkan kembali pencalonan sebagai Ketua Umum FORKI Bali.

Enam poin tersebut dituangkan Armand Joger dalam pernyataan sikapnya yang diperlihatkan kepada awak media. Pada prinsipnya ia menyatakan tidak berkenan dicalonkan kembali. Namun, sikap tersebut bukan berarti ia menutup seluruh kemungkinan.

Ia bilang masih bersedia mempertimbangkan kembali amanah tersebut apabila seluruh stakeholder di Pengprov FORKI Bali memiliki komitmen yang sama untuk membangun organisasi dan meningkatkan prestasi karate Bali.

Bagi Armand, dukungan suara saja tidak cukup untuk menerima sebuah tanggung jawab kepemimpinan. “Dukungan suara saja tidak cukup menjadi alasan untuk menerima sebuah amanah kepemimpinan,” tulis Armand dalam surat pernyataannya.

Armand kemudian menyebut 6 syarat jika dirinya dipercaya menjadi nakhoda FORKI Bali, syarat pertama adalah, menempatkan kepentingan FORKI Bali dan kemajuan prestasi karate Bali di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurutnya, kepemimpinan organisasi tidak seharusnya berjalan berdasarkan kepentingan tertentu.

Seluruh pihak harus memiliki tujuan yang sama untuk membawa karate Bali mencapai prestasi terbaik. Hal ini menjadi penting karena Armand melihat potensi prestasi karate Bali menuju PON XXII 2028, NTB-NTT sangat besar. Ia bahkan memiliki keyakinan Bali bisa menjadi kekuatan dominan di sejumlah kelas pada ajang tersebut.

Syarat kedua, lanjut Armand, seluruh stakeholder hendaknya menjunjung tinggi kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, serta etika dalam menjalankan organisasi.

Bagi dia, dukungan terhadap seorang calon ketua tidak cukup hanya diwujudkan melalui surat. Ada tanggung jawab moral yang harus menyertai dukungan tersebut.

Ia ingin orang-orang yang berada di belakang kepemimpinannya nantinya benar-benar siap bekerja bersama, bukan hanya memberikan dukungan di awal.

Syarat ketiga berkaitan dengan aturan organisasi. Armand meminta seluruh pihak menghormati AD/ART, peraturan organisasi, serta setiap keputusan yang dihasilkan melalui mekanisme yang sah.

Syarat keempat, masih kata Armand, organisasi harus memiliki aturan main yang jelas dan seluruh pihak harus tunduk pada mekanisme tersebut. Dengan demikian, persoalan organisasi tidak diselesaikan berdasarkan tekanan atau kepentingan masing-masing pihak.

Armand tidak mempersoalkan adanya perbedaan pendapat di dalam FORKI Bali. Ia justru menyebut perbedaan merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah organisasi. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana perbedaan tersebut diselesaikan.

Karena itu, ia meminta setiap perbedaan diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme organisasi, bukan melalui pembangkangan, perlawanan, tekanan, atau tindakan yang dapat mengganggu persatuan. “Perbedaan pendapat merupakan bagian yang wajar dalam sebuah organisasi,” tulisnya.

Namun, ia berharap perbedaan tetap disampaikan dengan cara yang baik, jujur, terbuka, dan menghormati norma organisasi.

Syarat kelima menyentuh aspek yang lebih mendasar, yakni persaudaraan di antara insan karate Bali. Armand meminta seluruh pihak menjaga kehormatan sesama insan karate dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila, sportivitas, disiplin, rasa hormat, serta nilai yang terkandung dalam Sumpah Karate sebagai pedoman.

Baginya, prestasi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan persatuan organisasi. Karena itu, semangat kompetisi di arena harus tetap berjalan beriringan dengan rasa persaudaraan di dalam organisasi.

Syarat keenam yang menjadi salah satu penekanan Armand dalam surat tersebut, yaitu ia meminta seluruh stakeholder bersedia bekerja bersama secara konstruktif dengan menempatkan FORKI Bali sebagai tanggung jawab bersama.

Artinya, apabila dirinya kembali dipercaya sebagai ketua umum, persoalan organisasi maupun target prestasi tidak boleh seluruhnya dibebankan kepada ketua.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Armand dalam wawancara sebelumnya. Ia mengatakan target besar seperti menjadi juara umum PON XXII 2028, NTB-NTT membutuhkan komitmen, biaya, dan kesiapan bersama.

“Kalau memang mau mendukung saya, sebenarnya yuk dukung saya untuk maju di PON 2028 ini. Siap enggak jadi juara umum?," tutupnya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama