Donasi korban gempa NTT diserahkan langsung Ketua SMSI Bali
Emanuel Dewata Oja (dua dari kiri), Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan (kiri),
dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna (kanan) kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus
Apollonaris K Daton (dua dari kanan) di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar,
Rabu (26/8/2026). (Foto: SMSI Bali)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Jaringan
Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)
Bali menyalurkan donasi untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT)
melalui Perhimpunan Jurnalis (Pena) NTT Bali, Rabu (26/8/2026).
Donasi diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata
Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna
kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Sekretariat Pena
NTT Bali, Denpasar.
Masing-masing organisasi menyerahkan bantuan senilai Rp1
juta, sehingga total donasi mencapai Rp3 juta. Bantuan tersebut merupakan
bentuk solidaritas insan pers Bali terhadap masyarakat NTT yang terdampak
bencana.
Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, komunitas
pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat terlibat
dalam aksi kemanusiaan.
“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat
meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Ini merupakan
wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar pers di Bali,” ujar Edo,
panggilan akrabnya.
Senada, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan menilai musibah
yang terjadi di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa
melihat batas wilayah.
“Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, kepedulian
dan gotong royong menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap bantuan ini
dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menegaskan peran
media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan. Media juga
memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kepedulian publik terhadap
masyarakat terdampak.
Ketut Sutrisna yang kerap disapa Centong ini, menegaskan
bahwa tanggung jawab media dalam situasi bencana tidak berhenti pada
pemberitaan, tetapi juga mencakup upaya membangun kepedulian publik.
“Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi yang akurat
kepada masyarakat, tetapi di sisi lain kita juga memiliki kepedulian sosial.
Semoga bantuan ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membantu
pemulihan masyarakat terdampak gempa,” tandasnya.
Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton
menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan
donasi tersebut akan diteruskan untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak
bencana.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan
AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat NTT
yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bali, JMSI Bali,
dan AMSI Bali atas solidaritas yang diberikan. Kepercayaan dan bantuan ini akan
kami teruskan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di NTT,” kata
wartawan senior yang kerap disapa Polo ini.
Aksi bersama tiga organisasi perusahaan pers tersebut
sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat dibangun lintas
organisasi, dengan semangat kebersamaan untuk membantu masyarakat yang sedang
menghadapi bencana.
Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7
mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita. Pusat gempa berada di
laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Gempa yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores itu diikuti lebih
dari 7.000 gempa susulan.
Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut menyebabkan 103
orang meninggal dunia, 1.666 orang luka-luka, dan 185.131 warga mengungsi.
Puluhan ribu rumah di sembilan kabupaten/kota juga mengalami kerusakan dengan
tingkat ringan hingga berat.(*)
