Gagal Bawa Pulang Poin, Pelatih Bali United Kecewa

 

Pelatih kepala Bali United Johnny Jansen mengaku kecewa dengan kekalahan timnya menghadapi tuan rumah Borneo FC sehingga gagal membawa pulang poin di pekan ketiga Super League 2026/2027 (Foto: butd)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Kekalahan dari Borneo FC Samarinda dengan skor 0-1 menjadi hasil negatif pertama Bali United di arena Super League 2026/2027. Pada laga pekan ketiga itu, Serdadu Tridatu gagal mempertahankan catatan sempurna di awal musim ini, setelah sebelumnya mencatat tren positif dengan meraih kemenangan atas PSS Sleman dan Isenmulang Kalteng FC.

Atas hasil tersebut Bali United pun bergeser dari puncak klasemen sementara ke posisi empat dengan perolehan enam poin. Laga yang telah berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026), membuat pelatih Bali United, Johnny Jansen kecewa.

Menurutnya, permainan timnya tidak menunjukkan kualitas yang seharusnya diperlihatkan. Dia menilai Bali United terlalu lambat dalam membangun permainan, terutama ketika dibandingkan dengan kemampuan yang sebenarnya dimiliki para pemain.

"Di babak pertama, menurut saya kekuatan kedua tim seimbang. Namun di babak kedua, kami melakukan kesalahan dan mereka mencetak gol. Setelah itu, kami berusaha menekan lawan," kata pelatih asal Belanda itu seperti dikutip ileague.id, Selasa (22/9/2026).

Johnny Jansen mengatakan timnya mendapat dua kartu merah tapi menurut dia, kartu merah kedua itu sebenarnya tidak layak diberikan.

"Namun, yang terpenting adalah saya tidak ingin berfokus pada wasit ataupun kartu merah, kami harus bermain lebih baik. Itulah sebabnya saya sangat kecewa dengan tim kami, dan juga dengan diri saya sendiri," imbuhnya.

Seperti diketahui sepanjang laga berjalan dalam situasi yang tidak mudah bagi Bali United. Wasit Naufal Adya Fairuski mengeluarkan tiga kartu merah langsung sepanjang pertandingan.

Dua kartu merah diberikan kepada pemain Bali United, yakni Rahmat Arjuna pada menit ke-35 dan Tim Receveur pada menit ke-70. Sementara satu kartu merah lainnya diterima Rifad Marasabessy dari Borneo FC pada menit ke-35 karena terlibat insiden dengan Rahmat Arjuna.

Kehilangan dua pemain membuat Bali United harus mengubah permainan. Memasuki 20 menit terakhir pertandingan, tim meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyeimbang. Tetapi upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol hingga pertandingan berakhir.

Sementara itu pemain Bali United, Tim Geypens, juga mengakui laga melawan Borneo FC berlangsung sulit. Dia menilai sejumlah kesalahan yang dilakukan tim sebenarnya dapat dihindari.

"Saya sendiri melakukan kesalahan-kesalahan seperti itu. Ya, dalam pertandingan seperti ini, kita tidak boleh melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Tapi menurut saya kami sudah berjuang dengan baik, hanya saja kualitas permainan perlu ditingkatkan," pungkasnya. (djo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama