Tim SAR gabungan mengintensifkan penyisiran perairan dan pesisir Pantai Tembles, Selasa (1/9/2026) untuk menemukan Marcin Dawid Ryzycki, warga negara asing (WNA) asal Polandia yang dilaporkan hilang saat berenang di kawasan tersebut sejak Minggu (30/8/2026) malam. (Foto: Basarnas Bali).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Tim Search and Rescue
(SAR) gabungan mengintensifkan penyisiran perairan dan pesisir Pantai Tembles,
Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Selasa (1/9/2026).
Upaya skala besar ini dikerahkan demi menemukan Marcin Dawid
Ryzycki, warga negara asing (WNA) asal Polandia (sebelumnya disebut WNA
Inggris) yang dilaporkan hilang saat berenang di kawasan tersebut sejak Minggu
(30/8/2026) malam.
Sebelumnya pencarian hari pertama yang dimulai sejak Senin
(31/8/2026) melibatkan belasan personel berkeahlian khusus, dengan hasil nihil.
Tim SAR gabungan mengerahkan enam personel dari Ditpolairud Polda Bali dan
Satpolairud Polres Jembrana, empat personel Basarnas Jembrana, dua personel TNI
AL Pengambengan, serta empat personel Brimob Batalyon C Pelopor Gilimanuk.
Seluruh armada memfokuskan pemetaan di sepanjang pesisir dan
titik lokasi yang diduga menjadi area hanyutnya korban.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta menegaskan
bahwa jajarannya bersama unsur terkait terus mengoptimalkan pergerakan di
lapangan dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah perairan Pantai
Tembles.
"Kami bersama tim SAR gabungan terus mengoptimalkan
pencarian dan berkoordinasi terhadap setiap informasi yang diterima. Kami juga
mengajak masyarakat di sekitar Pantai Tembles untuk segera menyampaikan
informasi kepada petugas apabila mengetahui atau menemukan sesuatu yang
berkaitan dengan keberadaan korban," ujar AKP Suparta, Selasa (1/9/2026).
Selain mengerahkan sarana operasi perairan, tim SAR gabungan
aktif berkoordinasi dengan warga lokal dan nelayan sekitar untuk memperluas
jangkauan pemantauan.
Sementara, Kordinator Pos SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri
Gunawan mengatakan, kendati pencarian hari pertama hingga pukul 16.45 WITA
belum membuahkan hasil, seluruh personel telah menyiapkan strategi lanjutan
berdasarkan evaluasi kondisi gelombang dan arus laut di posko pencarian.
"Hari radius pencarian, sekitar 4 NM, (Nautical Mill)
dari TKP, untuk yang di laut. Sedangkan penyisiran darat sekitar 2 kilometer,
ke arah timur," jelasnya.
Hingga Selasa siang, tim SAR gabungan belum mendapatkan
informasi maupun tanda-tanda keberadaan korban. "Sampai siang ini kami
belum mendapatkan informasi maupun tanda-tanda tanda keberadaan korban,"
ujarnya.
Pihak kepolisian turut mengimbau para wisatawan dan warga
setempat untuk selalu memantau kondisi cuaca serta mematuhi batas aman
beraktivitas di laut guna mencegah insiden serupa.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban
diimbau segera melapor ke posko SAR terdekat atau menghubungi layanan Call
Center Polisi 110. (dik)
