Pelatih menembak Perbakin dari beberapa kabupaten dan kota di Bali yang mengikuti Sertifikasi Kompetensi Pelatih di Lapangan Tembak Tohpati, Denpasar. (Foto: djo/perspectivesnews)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Sebanyak 16 pelatih menembak Perbakin dari sejumlah
kabupaten dan kota di Bali mengikuti Sertifikasi Kompetensi Pelatih Olahraga di
Lapangan Tembak Perbakin Tohpati, Denpasar, 26–27 September 2026.
Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan
pelatih memiliki kompetensi sesuai standar dalam menjalankan tugas pembinaan
atlet di mana standar kompetensi pelatih menjadi perhatian dalam pembinaan
olahraga menembak di Bali.
Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pelatih Olahraga
(LSP-POR), Moch. Yudianto Arifandi, mengatakan sertifikasi kompetensi kini
menjadi bagian penting dalam profesi kepelatihan olahraga.
“Perbakin Bali merupakan pengprov cabang olahraga pertama di
Indonesia yang melakukan sertifikasi kepada pelatihnya, dan sertifikasi kepada
pelatih ini berdampak kepada kualitas atlet dan prestasi dari masing-masing
daerah di berbagai kejuaraan,” ujar Yudianto ditemui di Lapangan Tembak
Perbakin Tohpati, Denpasar, Minggu (27/9/2026).
Yudianto bilang, Sertifikasi Kompetensi merupakan amanat
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, dan Permenpora Nomor 8
Tahun 2026. Sehingga sertifikasi menjadi keharusan bagi seorang pelatih
olahraga. Sertifikasi ini juga, lanjut dia, sekaligus menjadi bukti bahwa
pelatih olahraga benar-benar kompeten untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi
di era ekosistem olahraga modern.
“Dengan adanya era
globalisasi, dan menyambut Indonesia Emas 2025 dan masuk ke era ekosistem
olahraga modern maka Permenpora memaksakan para Pelatih Olahraga sebagai garda
terdepan untuk membina atletnya sesuai standarisasi yang telah dibuat,” bilangnya.
Yudianto secara khusus mengapresiasi langkah cepat Perbakin
Bali dan PB Perbakin seharusnya melihat langkah cepat Perbakin Bali ini dan
menjadikannya sebagai contoh, karena profesi sebagai pelatih olahraga untuk
sekarang ini sudah harus semakin dihargai.
Pada kesempatan sama Pelatih dan Pengurus Senior Persatuan
Menembak Indonesia (Perbakin) Bali Made Sugiantara yang akrab disapa Pak Rino
mengatakan Sertifikasi Kompetensi sangat penting untuk membangun kepercayaan
diri pelatih, terutama saat mengawal atlet menuju event dengan level yang lebih
tinggi.
“Dengan posisi sekarang ini Bali akan bisa lebih diperkuat
dengan rasa percaya diri pelatih itu penting. Saya lama di Pelatnas, saya harus
punya percaya diri untuk bisa bangkit. Kalau kita dalam medan perang yang
begitu masih merasa tidak percaya apalagi dengan undang-undang dan peraturan
ini itu, jadi kalau kita sudah punya sertifikasi maka kita sudah yakin dan bisa
mencetak atlet berprestasi,” katanya.
Ditambahan, Sertifikasi Pelatih juga penting untuk pertanggungjawaban
pelatih di daerah yang menerima dana hibah dari pemerintah agar tidak menjadi
temuan nantinya.
Adapun 16 pelatih menembak yang mengikuti Sertifikasi
Kompetensi masing-masing berasal dari Denpasar 9 orang, Badung 2 orang,
Buleleng 2 orang, Klungkung, Gianyar dan Jembrana masing-masing 1 orang.
Sementara 3 kabupaten yakni Tabanan, Karangasem dan Bangli belum mengirimkan
pelatihnya. Sertifikasi Kompetensi Pelatih Olahraga berlaku selama 3 tahun, dan
wajib di terus diupdate. (djo)
