Perspectives News

Urai Antrean 12 Km di Ketapang, ASDP Kerahkan Tiga Kapal Besar

 

Kondisi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, dampak perbaikan dermaga MB di Gilimanuk, Rabu (2/9/2026). (Foto: ASDP Gilimanuk).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah cepat untuk mengurai kemacetan parah yang mengular hingga 12 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Guna mempercepat pergerakan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP memaksimalkan pengoperasian puluhan armada kapal berkapasitas besar.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa penanganan kepadatan ini dilakukan melalui sinergi intensif bersama regulator dan para pemangku kepentingan.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah dinamika operasional ini. Saat ini kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan untuk mempercepat penguraian kepadatan,” ujar Heru, dikonfirmasi Rabu (2/9/2026).

Secara total, sebanyak 25 kapal berkapasitas besar dikerahkan di lintasan vital tersebut, tiga di antaranya merupakan kapal bantuan ekstra.

Kepadatan kendaraan ini dipicu oleh proyek revitalisasi infrastruktur penyeberangan, yakni peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga Movable Bridge (MB) berdaya dukung hingga 50 ton. Proyek jangka panjang ini dilakukan demi memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan antarpulau di masa depan.

Dampak dari pengerjaan tersebut membuat operasional dermaga belum dapat berjalan 100 persen. Pada kondisi normal, jalur Ketapang–Gilimanuk mampu dilayani hingga 28 kapal sekaligus.

Untuk menanggulangi keterbatasan operasional dermaga, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa pihak lapangan menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) pada kapal bantuan guna memangkas waktu sandar (dwelling time).

“KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sedangkan KMP Liputan XII bergerak di Dermaga LCM. Pola ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan mengurai antrean secara bertahap,” jelas Media.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi keterlambatan, manajemen ASDP mengimbau calon penumpang untuk mengantisipasi waktu perjalanan yang lebih panjang dan tetap tenang mengikuti arahan petugas di lapangan.

ASDP memberikan kepastian bahwa tiket yang telah dibeli oleh pengguna jasa tidak akan hangus akibat penyesuaian waktu keberangkatan di tengah kondisi khusus (force majeure) ini.

“Kami memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap akan dilayani untuk menyeberang. Tidak perlu khawatir tiketnya hangus,” pungkas Media. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama