Bali Antisipasi Bencana Udara, Basarnas Gelar Kesiapsiagaan

 

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Denpasar) memperkuat mitigasi keselamatan  melalui penyusunan Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara Bali Bagian Selatan yang digelar pada 14-16 Oktober 2026 di Gedung Werkudara, Jimbaran. (Foto: Basarnas Bali).

​BADUNG, PERSPECTIVESNEWS-Mengingat pesatnya aktivitas penerbangan di Pulau Dewata, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Denpasar) bergerak cepat memperkuat mitigasi keselamatan udara. 

Langkah ini diwujudkan melalui penyusunan Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara Bali Bagian Selatan yang digelar pada 14-16 Oktober 2026 di Gedung Werkudara, Jimbaran.

​Langkah strategis ini berlandaskan tingginya lalu lintas udara Bali, khususnya di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mencatatkan 143.312 pergerakan pesawat sepanjang tahun 2025. Selain penerbangan komersial, maraknya penggunaan helikopter untuk kebutuhan bisnis, wisata, dan transportasi medis kian menambah urgensi kesiapsiagaan darurat yang terpadu.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menegaskan pentingnya tindakan preventif dalam manajemen krisis udara.

​"Kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah kejadian terjadi, harus kita persiapkan sebelum kejadian, melalui perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, sumber daya yang siap, serta pemahaman yang sama dari seluruh unsur yang terlibat," ujar Sidakarya saat membuka acara secara resmi.

​Ia menambahkan, dokumen rencana kontingensi ini merupakan komitmen bersama yang memuat kepastian peran, alokasi sumber daya, hingga garis komando saat krisis terjadi.

​Kegiatan tiga hari ini menghadirkan dua narasumber dari Direktorat Operasi Basarnas serta melibatkan 80 peserta dari berbagai instansi lintas sektor. Fokus simulasi dan pembahasan difokuskan pada skenario darurat pesawat yang mendadak hilang dari jangkauan radar di kawasan perairan Serangan, Denpasar Selatan.

​Melalui skenario tersebut, para pemangku kepentingan memetakan zonasi wilayah operasi, menginventarisasi potensi armada SAR, serta merumuskan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kedaruratan di perairan.

​Representasi Direktur Operasi Basarnas, Retno Budiharto, menekankan pentingnya sinergi pasca-kesepakatan dokumen ini disahkan.

​"Kami berharap setelah dokumen rencana kontingensi ini ditandatangani, masing-masing pihak dapat menjalankan peran dan tugasnya. Ke depannya, koordinasi, soliditas, dan kolaborasi seluruh potensi SAR di wilayah kerja Kantor SAR Denpasar dapat semakin solid," tegas Retno usai kegiatan.

​Melalui penyusunan rencana kontingensi ini, Basarnas menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pencarian dan pertolongan yang profesional, modern, dan teruji demi menekan potensi korban jiwa serta menjaga Bali sebagai destinasi internasional yang aman. (dik)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama