DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) terus
memperkuat komitmennya dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
(UMKM) agar dapat mencapai kemandirian ekonomi. Penyaluran pembiayaan ke sektor
produktif merupakan fokus utama Bank BPD Bali untuk memastikan usaha masyarakat
dapat terus berjalan, berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan
sekitarnya.
Fokus tersebut sejalan dengan penyaluran kredit Bank BPD
Bali hingga akhir September 2026 mencapai Rp26,82 triliun, tumbuh sebesar 8,52
persen year on year (yoy) dari posisi September 2025 yang sebesar Rp24,71
triliun. Penyaluran kredit didominasi oleh sektor produktif, di mana kredit
UMKM tersalurkan sebesar Rp14,43 triliun atau setara dengan 53,80 persen dari
total penyaluran kredit dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,92 persen (yoy).
Dalam penyaluran kredit program, Kredit Usaha Rakyat (KUR)
terealisasi sebesar Rp1,87 triliun hingga September 2026. Selain itu, produk
pembiayaan pendukung UMKM seperti Kredit KUSUMA yang merupakan graduasi dari
KUR berhasil tersalurkan sebesar Rp1,46 triliun, serta Kredit Kusuma Sari
tersalurkan sebesar Rp774,8 miliar.
Dukungan dalam pemberdayaan UMKM, telah memberikan
kontribusi positif bagi pertumbuhan kinerja bank. Hingga September 2026, total
aset Bank BPD Bali tercatat mencapai Rp44,87 triliun, tumbuh sebesar 5,66
persen secara tahunan (yoy) jika dibandingkan dengan posisi September 2025 yang
sebesar Rp42,47 triliun.
Walaupun penyaluran kredit didominasi oleh kredit produktif,
kualitas aset tetap dikelola secara prudent. Rasio kredit bermasalah atau
Non-Performing Loan (NPL) Gross terjaga di level 0,97 persen, sementara itu NPL
Net berada di posisi 0,04 persen. Hal ini berdampak terhadap laba juga
mengalami pertumbuhan positif, hingga mencapai sebesar Rp1.006 miliar atau
meningkat sebesar 6,43 persen (yoy). Pertumbuhan laba juga didukung oleh
efisiensi operasional yang terjaga, terlihat dari rasio Beban Operasional
terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berada di angka 60,25 persen.
Rasio profitabilitas dan efisiensi lainnya juga menunjukkan
kinerja yang baik, yaitu Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 5,93
persen, Return on Assets (ROA) sebesar 3,90 persen, Return on Equity (ROE)
sebesar 22,76 persen, serta Cost to Income Ratio (CIR) terjaga pada level 51,70
persen.
Dari sisi permodalan, total modal Bank BPD Bali tumbuh
sebesar 20,43 persen (yoy) menjadi Rp6,56 triliun, dengan Modal Inti mencapai
Rp6,31 triliun atau tumbuh sebesar 20,65 persen (yoy). Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum (KPMM) atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level yang
sangat kuat, yaitu 30,11 persen.
Selain ditopang oleh fundamental keuangan yang solid, Bank
BPD Bali juga terus memacu inovasi layanannya. Penguatan transaksi digital ini
memberikan kontribusi besar pada aktivitas pembayaran masyarakat, khususnya
bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Bali. Hingga September
2026, merchant QRIS Bank BPD Bali mencapai 72.597 merchant, mengalami
peningkatan sebesar 12,39 persen (yoy). Seiring dengan bertambahnya jumlah
pengguna, aktivitas penggunaan layanan digital mengalami peningkatan. Jumlah
transaksi melalui QRIS tercatat sebanyak 26.944.231 transaksi per September
2026. Angka tersebut bertambah sebanyak 10.719.895 transaksi.
Melengkapi kemudahan transaksi non tunai melalui QRIS,
layanan BPD Bali Mobile juga menunjukkan tren pertumbuhan seiring dengan
tingginya kebutuhan nasabah akan layanan perbankan yang praktis dan cepat.
Hingga September 2026, jumlah pengguna BPD Bali Mobile tercatat mengalami
peningkatan sebesar 15,89 persen (yoy) atau bertambah 41.568 pengguna menjadi
303.120 pengguna. Pertumbuhan pengguna ini turut mendorong lonjakan aktivitas
finansial, di mana volume transaksi melalui BPD Bali Mobile tumbuh sebesar
19,53 persen (yoy) atau bertambah 368.776 transaksi menjadi 2.256.920
transaksi, menandakan bahwa nasabah semakin nyaman dan percaya dalam
memanfaatkan ekosistem digital Bank BPD Bali untuk mendukung berbagai aktivitas
keuangan harian mereka.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H.,
dalam siaran pers kepada perspectivesnews.com, Jumat
(16/10/2026), menyampaikan bahwa pencapaian positif yang dicatatkan bank hingga
kuartal ketiga tahun ini merupakan hasil dari sinergi dan dukungan berbagai
pihak.
"Pertumbuhan kinerja serta peningkatan pemanfaatan layanan
digital yang kita capai ini adalah buah dari kerja sama yang solid dari seluruh
insan Bank BPD Bali. Lebih dari itu, pencapaian ini tidak akan terwujud tanpa
adanya dukungan, loyalitas dan kepercayaan penuh yang terus diberikan oleh
nasabah, pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," ungkapnya.
Nyoman Sudharma menambahkan bahwa kepercayaan tersebut
merupakan amanah yang menjadi energi penggerak bagi bank. "Catatan kinerja
positif ini merupakan hasil dari sinergi dan kebersamaan yang terus terjaga.
Kepercayaan yang telah terbangun menjadi semangat bagi kami untuk selalu hadir,
memberikan manfaat serta mendampingi masyarakat dan pelaku usaha agar kita bisa
tumbuh bersama," tutupnya.
Berbagai capaian positif atas kinerja tersebut, baik dari
sisi permodalan, penyaluran kredit, maupun akselerasi digitalisasi sepanjang
tahun berjalan hingga September 2026, turut mendatangkan apresiasi dari
berbagai lembaga independen dan media nasional. Secara institusional, Bank BPD
Bali telah mendapatkan total 20 penghargaan yang mencerminkan kualitas kinerja,
tata kelola, dan layanan prima kepada masyarakat.
Sebagai apresiasi atas kinerja serta penerapan tata kelola
yang baik, deretan penghargaan bergengsi diterima sepanjang periode tersebut,
di antaranya penghargaan Crown Champion dari Infobank Awards atas konsistensi
kinerja sangat baik selama 25 tahun berturut-turut (2002–2026), Platinum Trophy
dan predikat BPD Bintang 5 dari ajang TOP BUMD Awards 2026, serta penghargaan
dari Warta Ekonomi sebagai Indonesia Best Bank 2026 dalam mendorong percepatan
perputaran ekonomi regional melalui penyaluran kredit dan digitalisasi. Selain
itu, bank juga meraih penghargaan TOP GRC Awards 2026 #Star 5 atas kualitas
penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang unggul.
Disamping itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan masyarakat dalam memahami dan mengelola keuangan secara efektif,
sampai dengan Triwulan III, Bank BPD Bali secara proaktif telah menggelar 831
kegiatan edukasi dan literasi keuangan yang menjangkau 58.067 peserta yang
berasal dari seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui
berbagai inisiatif program seperti "Goes to Campus", "Goes to
Banjar", "Bank Goes to School" serta program edukasi keuangan
yang secara khusus ditujukan kepada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Pekerja
Migran Indonesia (PMI)/Calon PMI, pensiunan, Aparatur Sipil Negara (ASN),
Lembaga Perkreditan Desa (LPD), karyawan umum, petani, nelayan, peternak, UMKM,
masyarakat umum, hingga edukasi bagi penyandang Disabilitas.
Untuk kemudahan akses informasi, masyarakat dapat melihat
rincian produk dan layanan Bank BPD Bali melalui situs resmi www.bpdbali.co.id,
atau berinteraksi melalui kanal media sosial di Instagram (bankbpdbali),
Facebook (Bank BPD Bali), TikTok (@bpdbaliofficial), X (bpdbaliofficial), serta
YouTube (Bank BPD Bali).
Layanan bantuan langsung juga tersedia melalui BPD Bali Call
di 1500-844. Bank BPD Bali merupakan lembaga keuangan yang berizin dan diawasi
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), dan merupakan
peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Disclaimer: Informasi mengenai kinerja keuangan Bank BPD
Bali 2026 ini adalah cerminan dari kinerja masa lalu. Kinerja masa lalu ini
tidak memberikan jaminan pasti atas tercapainya kinerja yang sama, apalagi
lebih baik di masa depan. Perubahan kondisi ekonomi dan industri dapat
mempengaruhi hasil yang berbeda. Konsumen diimbau untuk selalu memahami risiko.
(adv-13)
