Atlet PON Pantai Bali saat menjalani tes kebugaran di GOR Ngurah Rai Denpasar, Minggu (11/10/2026) (Foto: ngurahhumaskonibali)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – KONI Bali tidak memasang target di ajang Pekan Olahraga
Nasional (PON) Pantai I/2026 di Pantai Ancol, Jakarta pada 19-28 November 2026
lantaran baru pertama kali digelar.
“PON Pantai baru pertama kali diselenggarakan, kami belum
mengetahui peta kekuatan lawan sehingga tidak berani memasang target
muluk-muluk,” bilang Sekretaris Umum KONI Bali I Ketut Jagrasunu ditemui di
sela tes kebugaran atlet PON Pantai Bali di GOR Ngurah Rai Denpasar, Minggu
(11/10/2026).
Meski tidak memasang target, Jagrasunu menambahkan bahwa
cabang olahraga voli pantai dan rugby pantai punya peluang besar
mempersembahkan medali. Memang, lanjut dia, voli pantai masih didominasi Nusa
Tenggara Barat (NTB). Paling tidak medali perak menjadi milik Bali.
KONI Bali sudah menetapkan secara definitif sebanyak 89
atlet menuju PON Pantai I/2026 sejak beberapa bulan lalu. Mereka akan
bertanding di delapan cabang olahraga dari 10 cabor yang dipertandingkan
meliputi voli pantai, basket 3x3, layar, triathlon, selam laut, renang perairan
terbuka, rugby pantai, dan bola tangan pantai. Dua cabang olahraga tidak
diikuti Bali, yakni teqball dan modern pentathlon karena belum punya atlet.
Jagrasunu berharap dengan persiapan matang, 89 atlet yang
dikirim Bali tersebut bisa menorehkan prestasi medali. Untuk mengetahui sejauh
mana kesiapan mereka, pihaknya kembali melakukan tes kebugaran kepada seluruh atlet.
“Nanti seluruh atlet didampingi pelatih akan menjalani tes
kebugaran tahap akhir sebelum berangkat, tes ini akan menentukan lolos tidaknya
mereka mewakili Bali ke PON Pantai 2026,” bilang Jagrasunu.
Saat tes kebugaran hari Minggu (11/10/2026) tersebut tidak semua
atlet hadir. Berdasarkan laporan, sebut Jagrasunu, sebanyak 4 atlet sedang
mengikuti pelatnas, 2 atlet sakit, dan 2 atlet izin.
Menurut Jagrasunu, tes kebugaran dilakukan untuk mengetahui
sejauh mana kesiapan atlet Bali berlaga di PON Pantai. Salah satu parameter
yang dijadikan acuan untuk mengetahui siap tidaknya atlet, adalah tensi atau
tekanan darah.
Jagrasunu juga bilang KONI Bali tentu tidak akan mengirim
atlet yang mempunyai tekanan darah tinggi, karena itu akan berbahaya bagi
keselamatan atlet tersebut. Ia menambahkan, masih ada waktu untuk mengganti
atlet yang kesehatannya kurang prima dengan atlet lain yang lebih siap.
“Jadi tes ini kita harapkan memberi jawaban kepada kita paling tidak kebugaran fisik atlet sebagai persiapan menuju PON Pantai, karena persiapan yang baik memberikan hasil yag baik pula,” bilang Jagrasunu. (djo)
