DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali diapresiasi Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) atas keberhasilannya dalam mengimplementasikan praktik bisnis hijau bagi UMKM/PUS binaan/mitra melalui Program Inovasi UMKM Hijau Bali Tahun 2026.
Apresiasi itu disampaikan pada Indonesia
Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung di Jakarta International
Convention Center (JICC) pada Rabu (14/10/2026) yang dibuka secara resmi oleh
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan, ISEF ke-13 melibatkan mitra ekonomi -
keuangan syariah domestik dan internasional serta lebih dari 1.000 pelaku
industri halal.
"Penyelenggaraan ISEF 2026
menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring yang
mempertemukan pelaku usaha dari hulu ke hilir. Kegiatan tersebut mencakup
business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum
nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan
pariwisata ramah muslim," ujarnya, di Denpasar, Kamis (15/10/2026).
Achris Sarwani menyebutkan, pada
ISEF 2026, KPwBI Provinsi Bali mendapatkan apresiasi dari DEKS atas
keberhasilan dalam implementasi praktik bisnis hijau bagi UMKM/PUS binaan/mitra
melalui Program Inovasi UMKM Hijau Bali Tahun 2026 yang sejalan dengan visi
dari pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan.
UMKM DINZ Handmade sendiri
adalah UMKM yang terpilih untuk dapat melakukan showcasing pada booth hijau
yang telah sukses mengelola limbah produksi menjadi produk baru yang bernilai
komersial.
Dalam proses produksinya, DINZ
Hanmade telah berhasil melakukan pemberdayaan kelompok wanita di wilayahnya
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
UMKM DINZ Handmade terpilih untuk melakukan showcasing pada booth hijau yang telah sukses mengelola limbah produksi menjadi produk baru yang bernilai komersial. (Foto: Ist)
ISEF ke-13 Tahun 2026 sejalan
dengan visi dari pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan.
ISEF 2026 menjadi upaya nyata
penggiat ekonomi keuangan syariah untuk memperkuat ekosistem rantai nilai
halal, memperdalam pasar keuangan syariah, mengoptimalkan keuangan sosial
syariah, dan memperluas inklusi melalui transformasi digital.
Sinergi ini mencerminkan
semangat “Kebaikan untuk Semua" dalam membangun ekonomi dan keuangan
syariah yang inklusif dan berdaya saing global.
BI Luncurkan Tiga Program
Unggulan
Pada momentum ISEF 2026, Bank
Indonesia meluncurkan tiga program unggulan yang menyasar penguatan pasar
keuangan syariah, tata kelola zakat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pertama, Islamic Financial
Market Code of Conduct (ICoC), yaitu pedoman transaksi pasar keuangan
syariah yang disusun oleh Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia
(APUVINDO), serta IIGMA bersama Bank Indonesia dan OJK untuk memperkuat
integritas dan efisiensi pasar.
Kedua, Indeks Penerapan Prinsip
Utama Zakat 2.0 (Zakat Core Principles/ZCP), yaitu indeks hasil
pembaruan BAZNAS dan Bank Indonesia dengan penambahan dimensi manajemen risiko
untuk memperkuat tata kelola zakat.
Ketiga, program beasiswa
internasional untuk mendukung pendidikan bagi mahasiswa asing melalui dana
sosial syariah, sekaligus mencetak SDM unggul, mengoptimalkan pemanfaatan
ZISWAF secara produktif, dan memperluas pengenalan ekonomi syariah.
Ketiga program unggulan ini
memperkuat dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat
ekonomi dan keuangan syariah dunia, sejalan dengan Asta Cita dan RPJMN
2025–2029.
Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian RI Airlangga Hartarto, dalam sambutannya oleh Wamen Dradjad Hari
Wibowo, menyampaikan bahwa ekonomi syariah memiliki peluang besar untuk menjadi
sumber pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan daya saing Indonesia.
Peluang tersebut didukung
proyeksi belanja masyarakat muslim global yang mencapai USD3,56 triliun pada
2029. Untuk mengoptimalkannya, Pemerintah mendorong penguatan industri halal
dan UMKM, perluasan ekspor dan kerja sama internasional, serta pengembangan
keuangan dan dana sosial syariah.
Upaya ini juga diarahkan untuk
memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan meningkatkan literasi serta inklusi
keuangan syariah, sehingga potensi ekonomi syariah dapat memberikan manfaat
yang lebih luas bagi masyarakat.
Daya saing Indonesia dalam
ekonomi syariah global pun terus menguat. Dalam laporan State of the Global
Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia bertahan di peringkat keempat
dunia.
ISEF ke-13 melibatkan mitra
ekonomi, keuangan syariah domestik dan internasional serta lebih dari 1.000
pelaku industri halal.
Penyelenggaraan ISEF 2026
menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring yang
mempertemukan pelaku usaha dari hulu ke hilir. Kegiatan tersebut mencakup business
matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum
nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan
pariwisata ramah muslim. (lan/bi)

.jpeg)