Polres Jembrana menggelar tes urine mendadak bagi seluruh Pejabat Utama (PJU), personel Satresnarkoba, hingga anggota yang dinilai rentan, pada Selasa (27/10/2026). (Foto: Polres Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Komitmen menjaga integritas dan marwah institusi kembali dibuktikan jajaran Polres Jembrana. Dipimpin langsung oleh para perwira tinggi, kepolisian setempat menggelar tes urine mendadak bagi seluruh Pejabat Utama (PJU), personel Satresnarkoba, hingga anggota yang dinilai rentan, pada 26 - 27 Oktober 2026. Hasilnya, seluruh pemeriksaan menunjukkan hasil negatif.
Langkah preventif ini tidak sekadar menjadi prosedur administratif, melainkan bentuk deteksi dini sekaligus pesan tegas bahwa pemberantasan narkoba wajib dimulai dari internal kepolisian itu sendiri.
Tes urine gelombang pertama dilaksanakan pada Senin (26/10/2026) di Kantor Sipropam Polres Jembrana. Dipimpin Wakapolres Jembrana Kompol I Ketut Darta, kegiatan ini diikuti oleh 18 personel Satresnarkoba dan anggota pilihan.
Dalam arahannya, Wakapolres menekankan agar setiap insan Bhayangkara senantiasa menjunjung tinggi disiplin, profesionalisme, serta menjaga kehormatan diri dan keluarga dari jerat barang haram.
Sedangkan pada Selasa (27/10/2026), giliran 26 PJU Polres Jembrana yang menjalani pemeriksaan serupa di Auditorium Pemkab Jembrana. Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP Cheery S.M. Simamora, didampingi Kasi Propam Kompol I Nyoman Yasa, dan Ps. Kasi Dokes Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana.
Kasi Propam Kompol I Nyoman Yasa menegaskan, pihaknya menerapkan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance) bagi siapa saja anggota yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika, tanpa memandang pangkat maupun jabatan.
"Setiap personel harus menjadi teladan bagi masyarakat, bukan justru melakukan pelanggaran yang merusak citra institusi," tegas Kompol I Nyoman Yasa, Selasa (27/10/2026).
Selain memperketat pengawasan internal melalui pemeriksaan berkala, Polres Jembrana juga terus mengintensifkan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah ini menyasar titik-titik rawan peredaran narkotika guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Melalui konsistensi pengawasan dari hulu ke hilir ini, Polres Jembrana bertekad menghadirkan sosok Polri yang profesional, berintegritas tinggi, dan sepenuhnya dipercaya publik. (dik)
