Ketua Umum PBSI Bali I Wayan Winurjaya (kanan) usai menyaksikan Gede Pradnya Ganendra Wirawan (dua dari kanan) meraih gelar juara Sirnas B Bali 2026, Sabtu (31/10/2026) (Foto: PBSI Bali)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Prestasi yang diraih Gede Pradnya Ganendra Wirawan sebagai juara Sirnas B Bali 2026 kategori tunggal usia dini putra, menuai bonus paling tidak dari Ketua Umum Pengprov PBSI Bali I Wayan Winurjaya dan Pembina PBSI Kota Denpasar, Made Januarta Yasa.
“Kami atas nama Pengurus PBSI Bali dan seluruh pecinta bulu tangkis
Bali mengucapkan terima kasih kepada atlet, Pelatih PB Seraya dan orang tua
Gede Pradnya atas pretasi yang gemilang bisa meraih juara di Sirkuit Nasional B
di Bali,” ujar Ketua Umum PBSI Bali I Wayan Winurjaya, Sabtu (31/10/2026).
Winurjaya bilang bahwa prestasi Gede Pradnya sebagai juara
Sirnas B Bali 2026, merupakan kado terbaik saat Bali sebagai tuan rumah. Sebab,
lanjut Winurjaya, Gede Pradnya juara di sektor vaforit yaitu tunggal putra.
Pihaknya berharap bonus yang diberikan kepada Gede Pradnya
dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih, dan tidak pernah bosan menerima
arahan dari pelatih.
“Kami berharap bonus yang diiberikan bisa menjadi motivasi Gede Pradnya untuk
terus berlatih sampai usia dewasa sehingga suatu saat nanti bisa menjadi pemain
tunggal putra Pelatnas dan mewakili Indonesia di event dunia,” ujar Winurjaya.
Gede Pradnya keluar sebagai juara setelah menang rubber game
atas wakil klub Champion Klaten, Danish
Fourtan dengan skor 15-8, 12-15 dan 15-6, pada pertandingan yang digelar di GOR
Liga Bali Arena Denpasar, Sabtu (31/10/2026).
Winurjaya juga memberikan semangat kepada pebulu tangkis
Bali lainnya, yang terhenti di semifinal yakni pasangan ganda putri pemula
Shakila Riza. Winurjaya minta Shakila tetap semangat berlatih dan jadikan
kekalahan di semifinal sebagai pengalaman untuk menuju lebih baik menuju tangga
juara.
“Kami di akhir tahun 2026 akan mendata dan memberikan bonus
tali kasih kepada atlet berprestasi di tingkat nasional di seluruh kelompok
umur,” pungkas Winurjaya.
Pembina PBSI Kota Denpasar Made Januarta Yasa (kanan) seusai memberikan bonus kepada Gede Pradnya (dua dari kanan) (Foto: djo)
Senada dengan
Winurjaya, Pembina PBSI Denpasar Made Januarta Yasa, mengatakan apa yang
ditorehkan Gede Pradnya menjadi pemantik atlet bulu tangkis lain baik itu satu
klub dengan Gede maupun klub lain di seluruh Bali untuk berprestasi.
“Gede Pradnya diharapkan sebagai pemantik melahirkan atlet
prestasi lain di tengah keterbatasan sarana dan prasarana latihan,” kata pria “gila
bulu tangkis” yang juga pemilik Wijaya Badminton Hall (WBH) Denpasar itu.
Januarta yang juga pembimbing PB Seraya mengaku banyak
mensupport klub yang dibimbingnya itu untuk berkiprah pada berbagai kejuaraan
di luar Bali.
Ke depan sebagai Pembina PBSI Denpasar, Januarta ingin
memastikan pembinaan tidak pernah putus. Sedangkan sebagai pemilik WBH ia ingin
menjadi bapak asuh atlet Bali berprestasi untuk mengikuti kejuaraan di luar
Bali.
Sedangkan untuk kejuaraan di Bali, Januarta ingin di Bali
ada Sirnas bertajuk Gubernur Cup dan dirinya siap menjembatani lahirnya
kejuaraan selevel Sirnas.
“Tahun depan Sirnas B akan dilebur dengan Sirnas A, yang belum tentu digelar di Bali. Karena itu agar Sirnas tetap di Bali kami sedang membidik sebagai tuan rumah Sirnas C memperebutkan Piala WBH,” pungkas dia. (djo)

