Pebiliar dari Delapan Negara Ikuti Nineball RBC Bali Open International 2026, Berhadiah Total Rp590 Juta

 

Salah seorang peserta dari luar negeri turnamen biliar Nineball RBC Bali Open International 2026 berhadiah Rp590 juta di RBC Biliar & Cafe Denpasar, Kamis (8/10/2026) (Foto: djo) 

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Sebanyak 12 pebiliar dari delapan negara bertarung dalam turnamen biliar Nineball RBC Bali Open International 2026 di RBC Biliar & Cafe Denpasar, Bali, Rabu (7/10/2026) hingga Jumat (9/10/2026).

 Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bali, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa didampingi Sekum POBSI Bali Welly Soedarno, mengatakan total peserta dalam turnamen open berhadiah total Rp590 juta tersebut sebanyak 128 pebiliar.

“Delapan negara yang mengirimkan pebiliarnya yakni Filipina, Malaysia, Thailand, Irak, Kanada, Argentina, China dan Singapura,” ujar dr Laksmi Duarsa ditemui di RBC Renon, Denpasar, Kamis (8/10/2026).

Ditambahkannya, dari 128 peserta, sebanyak delapan pebiliar merupakan andalan Bali di event nasional seperti PON maupun kejurnas, namun mereka bukan utusan POBSI Bali. Sedangkan sisanya dari daerah lain di Indonesia termasuk peringkat satu dan dua nasional, yakni Irsal Nasution (Jawa Barat) dan Albert Januarta (Kepulauan Riau).

Laksmi Duarsa menilai kehadiran pemain internasional menjadi kesempatan penting bagi atlet lokal untuk mendapatkan pengalaman yang tidak selalu bisa diperoleh hanya melalui latihan.

“Kalau dengan latihan saja tanpa kita punya pengalaman, kadang-kadang itu tidak bisa berhasil dengan sempurna. Namun dengan kita berpengalaman, kita bisa melihat, kita menonton bagaimana cara mereka bermain atau bertanding,” kata Laksmi diamini Welly.

Ketua Umum Pengprov POBSI Bali, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa dan Sekum POBSI Bali Welly Soedarno. (Foto: djo)

Menurut dia, pertandingan melawan pemain dengan jam terbang tinggi dapat memperlihatkan bagaimana seorang atlet menghadapi tekanan di meja pertandingan. Bukan hanya soal teknik, tetapi juga kemampuan menjaga ketenangan ketika berada dalam situasi sulit.

“Ketenangan mereka itu yang utama, dan teknik-teknik mereka kalau kita bisa melihat di sini, kita bisa mengambil pengalaman-pengalaman mereka untuk nantinya kemajuan buat biliar Indonesia dan biliar Bali khususnya,” ujarnya.

Laksmi mengatakan pihaknya ingin menjadikan ajang open internasional sebagai agenda yang dapat digelar secara rutin setiap tahun. Selama ini, POBSI Bali memang sudah beberapa kali menggelar turnamen dengan format open handicap.

Namun, Nineball RBC Bali Open International 2026 menjadi penyelenggaraan perdana dengan format open yang mempertemukan pemain lokal dengan sejumlah atlet dari luar negeri.

“Mudah-mudahan tiap tahun di sini sudah ada pemain top dunia. Tahun yang lalu juga ada, sekarang juga ada,” kata Laksmi.

Ia berharap ke depan semakin banyak pemain berkualitas dari luar negeri datang ke Bali. Dengan demikian, atlet Indonesia, khususnya Bali, tidak selalu harus pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi pemain dengan level lebih tinggi.

“Daya tarik lain dari turnamen ini adalah total hadiah yang mencapai lebih dari setengah miliar atau tepatnya sebesar Rp598 juta. Nilai tersebut menjadi salah satu yang terbesar dibandingkan penyelenggaraan turnamen handicap sebelumnya yang digelar di Bali,” pungkasnya. (djo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama