Sempat Mendapat Perlawanan, Gede Pradnya Akhirnya Juarai Sirnas B Bali 2026


Ketua Umum Pengprov PBSI Bali I Wayan Winurjaya (ujung kiri) seusai mengalungkan medali kepada juara tunggal usia dini putra Gede Pradnya Ganendra Wirawan. (Foto: PBSI Bali)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Pebulu tangkis tunggal putra asal klub PB Seraya Denpasar, Gede Pradnya Ganendra Wirawan keluar sebagai juara Sirkuit Nasional B Bali 2026 setelah di semifinal mengalahkan Danish Fourtan asal Klub Champion Klaten.

 Bertanding di GOR Liga Bali Arena Denpasar, Sabtu (31/10/2026) di kategori tunggal usia dini putra, Gede Pradnya menang tiga gim atas Danish dengan skor 15-8, 12-15, dan 15-6.

Gelar juara Sirnas B Bali 2026 menjadi gelar kedua yang didapat putra pasangan Putu Andy Wirawan dan Putu Eka Ratnasar, di tahun 2026. Gelar pertama diraih Gede saat menjuarai Sirnas C Piala Kajati Jatim 2026 di Surabaya pada Juni 2026 lalu.

 Di awal gim pertama, Gede Pradnya langsung tertinggal dari Danish 0-2. Meski sempat disamakan menjadi 2-2, namun Gede kembali tertinggal 3-5.

Setelah itu Gede tampil lebih menekan melalui bola-bola lob hingga baseline lawan diselingi beberapa kali drop short. Gede pun berbalik unggul hingga interval gim pertama 8-6.

Usai interval, Gede terus memberikan tekanan berarti kepada Danish sehingga dalam perolehan angka terus memimpin 10-7 hingga 13-7 dan menutup gim pertama dengan skor 15-8 setelah bola lob serang Danish keluar.

Gim kedua Gede Pradnya mengawalinya dengan baik bahkan sempat unggul dalam perolehan angka dari 6-3 hingga 8-3 sebelum kemudian memasuki interval gim kedua.

Mendapat selisih skor begitu jauh, agaknya Danish mengubah strategi bermain setelah interval gim kedua tersebut. Danish bermain lebih cepat dan bola-bolanya lebih tajam ke bidang pertahanan Gede.

Selisih poin perlahan namun pasti mulai dikikis oleh Danish dan itu lantaran Gede Pradnya mulai kebingungan dengan strategi yang diterapkan lawan. Danish pun mulai memperkecil selisih poin bahkan berhasil menyamakan di angka 10-10.

 Dalam situasi terkejar, Gede Pradnya mencoba mempercepat tempo permainan melalui bola-bola cegat di depan net. Sesaat Gede Pradnya berhasil mengatasi kesulitannya dan sempat menyamakan skor 12-12 melalui permainan nettingnya yang mulus.

Namun Danish tak tinggal diam, dia mencoba menjauh dari kejaran Gede menjadi 13-12 setelah bola lob Gede terlalu panjang. Danish terus menjauh dan menutup gim kedua dengan skor 15-12, memaksa pertandingan dilanjutkan ke gim ketiga.

Di gim penentuan, Gede Pradnya tak mau kehilangan momentum. Ia menemukan pola permainannya semula sehingga dalam perolehan angka selalu unggul dari Danish mulai dari 4-2, 7-4 hingga 8-4 sebelum interval gim ketiga.

Usai itu, Gede terus memberikan tekanan berarti ke pertahanan Danish sehingga perolehan angka terus didapat Gede mulai dari 9-4, 10-4, 11-4 hingga 13-4.

Namun ketika hanya tinggal dua angka saja untuk meraih kemenangan, smes yang dilancarkan Gede melebar sehingga Danish mendapat tambahan menjadi 5-13. Danish kembali menambah poin setelah bola drop depan net tidak berhasil dikembalikan Gede, 6-13 masih untuk keunggulan Gede.

 Dalam kondisi terkejar, Gede tetap percaya diri untuk memenangkan laga, dan ketika smes tajamnya gagal dikembalikan Danish, Gede mencapai game poin 14-6. Gede pun mengakhiri laga dengan bola drop short depan net yang gagal dijangkau Danish, 15-6 Gede Pradnya menutup gim ketiga. (djo) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama