Tanggap Darurat Rabies: Petugas Keswan Vaksinasi Darurat Pasca Gigitan Anjing di Melaya


Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) bergerak cepat merespons kasus gigitan anjing liar di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, dengan menggelar vaksinasi darurat, Senin (26/10/2026). (Foto: Bidang Keswan Jembrana).

​JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) bergerak cepat merespons kasus gigitan anjing liar di Banjar Sumbersari, Desa Melaya. 

Langkah sigap ini diambil untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus rabies di kawasan yang masuk dalam zona merah tersebut.

​Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (24/10/2026) ini mengakibatkan dua orang warga yang sedang melintas mengalami luka gigitan. Menanggapi laporan tersebut, tim Keswan-Kesmavet langsung turun tangan ke lapangan untuk melakukan penanganan medis awal dan investigasi epidemiologi.

​Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil sampel dari anjing liar tersebut untuk diuji di laboratorium.

​"Kami sudah mengambil sampel anjing tersebut untuk memastikan status rabiesnya, dan saat ini sampel sedang dalam proses pengiriman ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar," ujar Putu Sugiarta, Selasa (27/10/2026).

​Sebagai langkah mitigasi penyebaran, petugas langsung menggelar vaksinasi darurat (emergency vaccination) serta melakukan penyisiran ke permukiman sekitar guna menyasar hewan peliharaan warga yang belum mendapatkan vaksin rabies.

​Sementara itu, kondisi kedua korban kini telah ditangani secara intensif. Keduanya langsung dirujuk ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dosis pertama. Pihak dinas memastikan penanganan lanjutan berupa dosis kedua dan ketiga akan segera diberikan jika hasil uji laboratorium sampel dinyatakan positif rabies.

​Menyikapi kejadian ini, pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat pemilik Hewan Penular Rabies (HPR), seperti anjing dan kucing, untuk proaktif membawa hewan peliharaannya ke Puskeswan terdekat demi keamanan bersama dan mencegah peredaran wabah rabies di Jembrana. (dik)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama