BALI, PERSPECTIVESNEWS- Telkomsel menegaskan komitmennya menghadirkan teknologi
yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri melalui partisipasi di Bali
Tech Week 2026, yang berlangsung pada 19–22 Oktober 2026 dengan tema “Archipelago
Ascending: Advance Together, Innovate Further”.
Dalam forum yang mempertemukan
pemerintah, industri, pelaku bisnis, investor, developer, dan komunitas
teknologi tersebut, Telkomsel menampilkan sembilan produk dan layanan berbasis artificial
intelligence (AI) yang dikembangkan secara lokal di Indonesia untuk
memperoleh masukan pengguna serta mengeksplorasi kemungkinan penerapannya
sebelum tahap pengembangan berikutnya.
Langkah ini mendukung semangat Asta
Cita memperkuat sumber daya manusia, sains dan teknologi, kemandirian bangsa,
serta pemerataan manfaat pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Bagi Telkomsel, kolaborasi menjadi
kunci mempercepat kedaulatan digital. Kerja sama dengan berbagai pihak membantu
sebuah gagasan diuji dan disempurnakan dengan lebih cepat agar hasilnya aman,
relevan, dan terbukti benar-benar dibutuhkan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan,
“Teknologi menjadi berarti ketika manfaatnya benar-benar dirasakan. Karena itu,
perjalanan Telkomsel tidak berhenti pada konektivitas. Kami ingin menghadirkan
AI yang dikembangkan di Indonesia dan memahami kebutuhan Indonesia, agar
masyarakat semakin aman di ruang digital, lebih mudah mengakses teknologi,
memperoleh pengalaman belajar yang relevan, serta mampu bekerja dan mengambil
keputusan dengan lebih baik,” terang Dirut Nugroho dalam sambutannya.
“Kesembilan showcase ini kami
bawa ke Bali Tech Week untuk memperoleh masukan dari masyarakat, dunia usaha,
pemerintah, akademisi, developer, dan mitra. Kolaborasi memungkinkan
kami belajar dan bergerak lebih cepat, tanpa mengabaikan keamanan dan tanggung
jawab. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami ingin turut memperkuat
kedaulatan digital serta memastikan kemajuan teknologi memberi dampak nyata
bagi Indonesia,” lanjut Nugroho.
Untuk membantu menjaga keamanan bangsa
dan masyarakat di ruang digital, SISCAMLING (Sistem Cegah Scam Keliling) memanfaatkan
AI untuk mengenali indikasi penipuan, spam, dan komunikasi mencurigakan.
Solusi tersebut bertujuan membantu
masyarakat mengenali potensi ancaman lebih awal sekaligus mendukung terciptanya
ruang digital Indonesia yang semakin aman dan terpercaya.
Untuk membuat AI lebih mudah diakses
dalam keseharian, Token AI OCTA (One Core, a Thousand AI-bilities) mendemonstrasikan
cara mengakses berbagai layanan AI melalui satu mekanisme yang lebih sederhana.
Adelia (Admirable Daily AI for
Indonesian) dikembangkan sebagai mesin pencarian dan asisten berbasis AI
untuk membantu pelanggan menemukan informasi dan menyelesaikan berbagai
kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah.
Di bidang pendidikan, Sacred Octagon
menghadirkan pembelajaran matematika berbasis permainan dengan dukungan AI.
Platform ini mengadaptasi metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang
dicetuskan Prof. Yohanes Surya, Ph.D., agar anak bisa belajar matematika secara
interaktif, bertahap, dan lebih mudah.
Pendekatan GASING juga digunakan dalam
kolaborasi Telkomsel bersama Pemerintah, Gasing Academy, dan Kuncie untuk
mendukung penguatan kemampuan numerasi guru dan siswa.
Berdasarkan hasil pelatihan yang
dilakukan di Bali, penggunaan metode GASING, yang merupakan dasar dari
pengembangan aplikasi Sacred Octagon, mampu meningkatkan pemahaman terhadap
numerasi peserta dari skor rata-rata nilai Matematika dari 30 menjadi 80
setelah 15 hari pelatihan.
Bagi kebutuhan industri dan bisnis, OCTA
Enterprise ditampilkan sebagai pusat penghubung yang membantu perusahaan
mengakses dan mengelola berbagai kemampuan AI dari satu tempat. Tujuannya
adalah mengurangi kerumitan ketika perusahaan perlu menggunakan beberapa
layanan AI untuk kebutuhan yang berbeda.
AUREL (Advanced Ubiquitous
Reporting for Executive Intelligence) mendemonstrasikan penggunaan AI
percakapan untuk membantu pengguna memperoleh ringkasan kondisi bisnis, mencari
informasi dari pengetahuan perusahaan, serta memantau keputusan dan tindak
lanjut operasional.
Dengan pendekatan ini, pengguna cukup
menyampaikan pertanyaan melalui Telkomsel AI Assistant untuk memperoleh
informasi yang diperlukan secara lebih cepat dan mudah dipahami.
Di dalam AUREL, terdapat contoh
penggunaan seperti SAVIA (Smart AI Voice Interactive Assistant), solusi
layanan pelanggan berbasis AI yang dirancang untuk mengotomatisasi interaksi
panggilan bisnis, seperti layanan pelanggan, telemarketing, penagihan,
hingga pengingat pembayaran.
Kemudian, AI Video Analytics yang
memanfaatkan AI untuk untuk membaca dan mengolah informasi dari rekaman video,
mendeteksi dan mengidentifikasi objek sehingga menghasilkan wawasan data yang
mendalam.
Telkomsel juga menampilkan IndiHome
Aura, yang menggabungkan konektivitas rumah dengan IoT (Internet-of-Things)
dan eksplorasi penggunaan energi surya. Konsep ini memperlihatkan kemungkinan
konektivitas dan pengelolaan energi bekerja secara lebih terintegrasi untuk
mendukung kebutuhan rumah tangga yang semakin digital dan sadar lingkungan.
Berbeda dari IndiHome Aura, AURA (Advanced
Unified Retail Access) dirancang untuk kebutuhan pelaku usaha. Solusi ini
mendemonstrasikan bagaimana konektivitas Wi-Fi, interaksi pelanggan, dan
analitik dapat membantu merchant memahami aktivitas pengunjung serta
mengelola layanan secara lebih efektif.
Sementara itu melalui Solution Hub,
pelanggan dapat menemukan berbagai pilihan layanan dan model AI, melakukan
pembayaran dengan satu saldo khusus, serta menggunakannya melalui satu akun.
Pendekatan ini dirancang untuk menyederhanakan proses mencari, memilih, dan
memanfaatkan AI yang paling sesuai kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan
usaha.
Solution Hub merupakan perwujudan Hitakari
AI, payung komitmen Telkomsel untuk membawa manfaat AI lebih dekat kepada
masyarakat. Berasal dari bahasa Sanskerta “membawa manfaat”, Hitakari
mencerminkan upaya Telkomsel menghadirkan pengembangan berbasis AI yang relevan
dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mendorong ekosistem digital
Indonesia yang semakin berdampak.
Menteri Komunikasi dan Digital
Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi inisiatif pelaku industri
telekomunikasi, termasuk Telkomsel, dalam mengembangkan produk dan layanan
teknologi yang mendukung pencapaian Asta Cita dan memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat.
Dalam sambutannya pada pembukaan Bali
Tech Week 2026, Meutya menegaskan bahwa peran pemerintah sebagai pengarah dan
penggerak transformasi digital perlu didukung oleh eksekusi nyata dari
industri.
“Sebagai orkestrator, enabler, dan
akselerator, Komdigi tidak mungkin dapat mencapai target-target Asta Cita tanpa
dukungan penuh dari operator yang membangun infrastruktur jaringannya,”
tuturnya.
Menanggapi perkembangan AI yang
berlangsung semakin cepat di tingkat global, Meutya turut menekankan pentingnya
kemandirian dan kedaulatan teknologi nasional. Indonesia perlu memiliki
kemampuan untuk menentukan arah pengembangan dan pemanfaatan AI sesuai
kebutuhan serta kepentingan nasional, dengan melibatkan masukan dari seluruh
pemangku kepentingan.
“Kecepatan kita dalam pengembangan AI
tidak boleh ditentukan oleh negara lain ataupun perusahaan teknologi luar,
melainkan harus kita tentukan sendiri secara berdaulat. Masukan dari ekosistem
yang hadir di Bali Tech Week ini akan menjadi referensi yang berharga bagi
pemerintah,” tegas Meutya. (lan/*)
