PIB College Jadi Kampus Utama bagi Tujuh Mahasiswa LN Ikuti ‘International Short Course Program 2026’

 

Foto bersama mahasiswa dengan para pengajar pada kegiatan ‘International Short Course Program 2026’ di PIB College, Senin (2/11/2026).  (Foto: perspectives)   

BALI, PERSPECTIVESNEWS- PIB (Politeknik Internasional Bali) College menjadi kampus utama bagi tujuh mahasiswa luar negeri untuk mengikuti ‘International Short Course Program 2026’ yang dilaksanakan selama 4 minggu.

Deputy Director of PIB College, Dr. Paulus Herry Arianto, M.A., C.B.C dalam sambutannya menyambut baik PIB College menjadi kampus acuan bagi mahasiswa luar negeri yang ingin memahami dan praktek langsung terkait gastronomy di Bali.  

Tujuh mahasiswa asing tersebut berasal dari berbagai negara di Eropa, Amerika dan Australia. Mereka akan mengikuti pelatihan singkat yang fokus pada Exotic Culinary Session Arts.

“Para mahasiswa selain belajar di kelas (analytical session) juga mengikuti kegiatan exotic culinary dan belajar praktek di dapur. Mereka juga punya kesempatan untuk mendalami tentang kultur atau budaya Bali dan berkesempatan untuk keluar dan melihat berbagai wujud seni budaya, pura dan tata ruang Bali secara utuh,” terang Direktur Partnership & Event PIB College, Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par.,M.Sc pada opening program di kampus setempat, Senin (2/11/2026).  

Erika menambahkan, program short course ini berlangsung setiap 1 atau 2 bulan sekali dengan berbagai macam kegiatan.

Disebutkan, ada enam (6) short courses yang sudah berjalan dan akan dikembangkan lagi 6 short courses termasuk AI dan juga Green Architecture. Sebelumnya, program tersebut diadakan by season (summer dan winter). “Kalau sekarang diadakan setiap 1 atau 2 bulan sekali,” jelasnya.

Terkait evaluasi pelaksanaan program sebelumnya, Erika mengatakan, para mahasiswa umumnya ingin program dilaksanakan lebih lama.

“Kalau mahasiswa ditanya apa kesan dan harapannya, mereka minta agar kegiatannya bisa dilaksanakan lebih lama. Mereka sangat terkesan dengan Bali dan segala budayanya termasuk kulinernya,” sambung Erika.

Menurut Erika, sudah banyak universitas luar negeri yang mengundang chef dari PIB College namun belum semua permintaan itu bisa dikabulkan karena kesibukan para chef mengajar dan berbagai kegiatan kampus lainnya.


Direktur Partnership & Event PIB College, Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par.,M.Sc (kiri) didampingi Billy Tanius selaku Kepala Program Studi D3 Culinary PIB College memberi penjelasan kepada media. (Foto: perspectives) 

“Kalau dari permintaan sudah banyak. China mengundang, Korea mengundang, Jepang mengundang, Eropa juga mengundang, tetapi para chef kami sibuk mengajar di kelas internasional. Jadi kegiatannya luar biasa padat,” tutur Erika.

Balinese Food hingga Asians Food

Sementara Billy Tanius selaku Kepala Program Studi D3 Culinary PIB College mengatakan, output dari program, mahasiswa mengetahui secara langsung terutama berbagai macam kuliner di Bali.

“Mereka secara langsung dapat mengikuti budaya Bali terutama dalam Balinese Food, Indonesian Food, Asian Food dan sebagainya. Selain masakan, mereka akan mengikuti edukasi tentang memasak (cooking) dan membuat kue atau roti. Mengedukasi tentang membuat herbs (rempah-rempah), wewangian dan lain-lain. Jadi mereka praktek langsung apa yang menjadi keunikan tradisi dan budaya kuliner Bali,” jelas Billy.

Dikatakan Billy, mahasiswa mengikuti praktek seminggu 3 kali selain teori. Mereka akan mendapatkan storytelling before the menu. Mereka akan belanja ke pasar, memasaknya sesuai menu apa yang mereka inginkan dan disajikan bersama-sama.  

Mahasiswa juga diberi kesempatan memasak betutu, sate, tumpeng, soto yang juga menjadi menu kuliner khas Indonesian Food.

“Kita belajar semua itu dalam waktu tiga hari sampai empat hari. Di minggu kedua, kita belajar Asian Food, minggu ketiga belajar Vietnam Food dan Korean food, terkadang juga Japanese Food. Kita juga membicarakan kitchen management, dan lainnya,” ungkap Billy. (lan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama