Perspectives News

JCI Bali Gelar ‘Brotherhood 2025 Camp’, Dihadiri Sejumlah Pakar Bisnis Leadership

 


Deputi Local President JCI periode 2024-2029, Eka Arismana (kiri) bersama owner Toya Group, Ketut Mardjana. (Foto: Ist)

GIANYAR, PERSPECTIVESNEWS- Junior Chamber International (JCI) Bali menggelar Brotherhood 2025 Camp dengan tema "Roots to Results: a Leadership Journey for impact" selama tiga hari, 22-24 Agustus 2025, di Toya Ubud Ecopark & Waterfall, Desa Kenderan Ubud, Gianyar.

Hadir sebagai pembicara beberapa pakar bisnis di antaranya Budiman Kusmanto, mantan Nasional President JCI Indonesia, Arniel Sugiharto pemilik Kutus-Kutus, Komang Putri Pratiwi seorang Colour Analisis by Utie, I Made Sumerta-owner LKP Amerta Bakti, Kadek Ariadi-owner Wangi Spa, Ida Bagus Rai Budarsa-owner Hatten Bali, Dede Sucahya-owner Bali Pick Price.

Deputi Local President JCI periode 2024-2029, Eka Arismana menyampaikan, JCI adalah organisasi nasional pemuda non-politik, bagian dari organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia.

JCI memiliki beberapa program yang terbagi dalam 4 pilar diantaranya, Personal Development, Community Development, Business Opportunity dan International Relationship.

"Untuk  program kali ini adalah Personal Development dimana selama tiga hari, kita mengundang pembicara hebat di bidangnya masing-masing untuk sharing ilmu dan pengalaman," kata Eka, Sabtu (23/8/2025).

Ia juga menyampaikan, tak hanya belajar terkait Personal Development, dalam kegiatan tersebut juga ada International Network yang dihadiri anggota JCI dari negara Jepang.

Tahun 2025, jumlah anggota JCI Bali sebanyak 30 orang yang merupakan pengusaha muda mulai dari umur 18 tahun dan  batas usia menjadi anggota JCI maksimal 41 tahun.

"Kami anak-anak muda ingin terus mengabdi buat Bali. Jangan hanya diam di rumah. Kita bisa belajar bersama di JCI karena di segala organisasi kita ikuti bagaimana menumbuhkan leadershipnya. Dari leadership, harapan kita temen-temen bisa mengembangkan bisnisnya dan bisa bekerja," kata Eka.

Terkait pemilihan lokasi kegiatan di Toya Ubud Ecopark & Waterfall, Eka mengaku, terinspirasi dengan cara pemiliknya yakni Ketut Mardjana dalam mengembangkan usahanya hingga maju.

Toya Ubud tempatnya amazing, masih baru.

Sukses itu delapan persen ada di pikiran, sebelum kita sukses kita siapkan dulu mental kita biar tidak takut mengambil suatu keputusan. Seperti contohnya Pak Ketut yang luar biasa, mampu membangun Toya Ubud seperti sekarang ini," ujar Eka.

Eka berharap bisa menjual keindahan Bali, tidak hanya pleasure, holiday, dengan cara belajar terlebih JCI memilki guru besar yang sangat mumpuni.

"Kita berharap bisa menjual Bali dengan segala keindahannya dengan banyak belajar pada guru besar kita. Kalau kita berhenti dengan guru besar kita, kita akan berada di zona nyaman makanya saya buat diri saya di posisi yang tidak nyaman untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih besar," imbuhnya.

Sementara itu owner Toya Group, Ketut Mardjana mengaku bangga melihat generasi muda yang teegabung di JCI sangat kreatif, mempunyai suatu gagasan-gagasan luar biasa  dan pemikiran yang sangat dewasa.

"Anak muda tapi cara berpikirnya sangat luar biasa. Saya sebagai generasi pendorong bukan generasi tua dan saya memberikan semangat kepada merekanubtuk jangan takut mengambil keputusan, kita harus  mampu berpikir positif," tegas Ketut Mardjana.

Tak lupa, Ketut Mardjana berpesan untuk pengusaha muda yang tergabung di JCI agar bekerja menggunakan nalar, membangun jaringan yang luas, bekerja keras, dan tetap percaya diri.

Kegiatan ‘Brotherhood 2025 Camp’ dimeriahkan dengan rice field trak, glass walk experience, bonding night, waterfall tracking, parfum class, bonfires & karaoke, matcha seremoni, charity eko enzyme, dan company visit & wine testing hatten wines.  (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama