Pelaksanaan HLM TPID di Kabupaten Klungkung dipimpin Bupati I Made Satria.
KLUNGKUNG- PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah
Kabupaten Klungkung bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkuat
sinergi pengendalian inflasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Klungkung pada Kamis
(12/3/2026), di Kantor Bupati Klungkung.
Kegiatan ini dipimpin Bupati Klungkung
I Made Satria dan dihadiri oleh Deputi Direktur BI Bali, Muhamad Shiroth.
Turut hadir Asisten Perekonomian dan
Pembangunan Luh Ketut Ari Citrawati, Kepala BPS Kabupaten Klungkung AA Gd.
Dirga Kardita, jajaran Forkopimda, dan perangkat daerah anggota TPID Kabupaten
Klungkung.
Menjelang HBKN, Bupati Klungkung I
Made Satria memberikan arahan yang berfokus pada stabilitas pasokan dan
keterjangkauan harga.
Langkah-langkah tersebut meliputi: (i)
Penyelenggaraan pasar murah secara rutin dengan menggandeng pengusaha dan
distributor, (ii) Monitoring stok secara intensif untuk mencegah praktik
penimbunan sekaligus memastikan kelancaran distribusi barang di pasar, (iii)
Pemberian subsidi atau pembebasan biaya angkut komoditas pangan guna menekan
disparitas harga di daerah kepulauan, (iv) Memperkokoh kemitraan dengan daerah
lain untuk menjamin ketersediaan pasokan, (v) Mendorong Kecamatan Banjarangkan
sebagai lumbung ketahanan pangan lokal guna memperkuat kemandirian pangan
daerah dan mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal.
Deputi Direktur BI Bali, Muhamad
Shiroth menyampaikan, keunikan Kabupaten Klungkung sebagai daerah yang tidak
masuk sebagai kabupaten/kota penghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), yang
mempunyai lahan pertanian terbatas karena kondisi geografis sehingga tergantung
pada pasokan dari luar daerah, serta disparitas harga pada daerah kepulauan
Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan, akibat biaya logistik dan
distribusi rantai pasok.
Menyikapi tantangan tersebut, Muhamad
Siroth menyampaikan beberapa rekomendasi jangka pendek dan menengah panjang
untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Klungkung, antara lain: (i)
Optimalisasi operasi pasar dengan prinsip 3T (Tepat waktu, Tepat lokasi, Tepat
sasaran); (ii) Penguatan kerjasama antardaerah, termasuk mendorong pembentukan
Perumda Pangan dan/atau sinergi dengan Perumda Pangan lain di Bali; (iii)
Manajemen ekspektasi masyarakat dengan meningkatkan komunikasi yang efektif ke
publik.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Luh Ketut Ari Citrawati melaporkan kondisi harga berbagai komoditas secara umum
terkendali. Salah satunya stok beras dilaporkan dalam kondisi mencukupi, yang
terus diperkuat dengan percepatan pasokan dari Perum Bulog dan distributor
untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang HBKN.
Kenaikan harga secara terbatas
terpantau pada cabai rawit dan daging ayam ras, dipicu oleh faktor cuaca,
dinamika produksi, serta meningkatnya biaya pakan ternak.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS
Kabupaten Klungkung AA Gd. Dirga Kardita menyampaikan, faktor yang mempengaruhi
Indeks Perkembangan Harga (IPH) yaitu faktor cuaca, kenaikan permintaan SPPG,
dan kunjungan ke objek wisata terutama Nusa Penida. Dirga Kardita menyoroti, 20
komoditas dalam keranjang Indeks Perkembangan Harga (IPH) memiliki andil besar,
yakni 39,98% terhadap konsumsi makanan penduduk Klungkung.
Ia juga menyampaikan perlunya
perhatian terhadap konsumsi makanan olahan (23,87%) yang rentan terdampak jika
harga bahan mentah bergejolak.
Sebagai penutup, Bank Indonesia
bersama dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen untuk memastikan
pengendalian harga pangan di Kabupaten Klungkung berjalan optimal untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Klungkung
dan Bali yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (lan/bi)
