Presscon yang digelar Nuanu Creative City, dipimpin Gede Wahyu Harianto - Senior Legal Officer (kiri) didampingi Ida Ayu Astari Prada - Brand & Communications Director dan juga Head of the Nuanu Social Fund, Jumat (28/8/2025) saat menunjukkan berbagai pedoman dan aturan yang dipedomani Nuanu. (Foto: Perspectives)
TABANAN, PERSPECTIVESNEWS- Nuanu Creative City menggelar konferensi pers yang dipimpin Gede Wahyu Harianto - Senior Legal Officer didampingi Ida Ayu Astari Prada - Brand & Communications Director dan juga Head of the Nuanu Social Fund.
Presscon ini digelar Jumat (29/8/2025) menyusul kunjungan Komisi I DPRD Bali bersama pemerintah daerah ke kawasan Nuanu, Kamis (28/8/2025).
Dalam kunjungan tersebut, para wakil pemerintah berkesempatan untuk meninjau langsung perkembangan Nuanu di Tabanan. Respons yang diberikan bersifat konstruktif, sekaligus mengapresiasi upaya Nuanu dalam menjaga transparansi, mematuhi aturan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.
“Kami menyambut baik peran pengawasan DPRD. Kunjungan ini menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan kepatuhan Nuanu dan komitmen kami membangun secara bertanggung jawab di Bali,” ujar Gede Wahyu Harianto.
Pada konferensi pers, pihak Nuanu menyampaikan beberapa poin utama, yakni seluruh izin pokok dan persetujuan pembangunan maupun operasional sudah lengkap. Proses administrasi yang tersisa merupakan hal wajar untuk proyek berskala besar dan terus dikoordinasikan bersama pihak berwenang. Klaim bahwa izin Nuanu ‘tidak lengkap’ merupakan informasi yang keliru dan tidak berdasar.
“Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pembangunan di atas sawah yang dilindungi (LSD-Lahan Sawah Dilindungi). Seluruh kegiatan dilakukan di lahan dengan sertifikat HGB, berada di zona pariwisata sesuai rencana tata ruang. Tuduhan bahwa Nuanu mengonversi lahan pertanian adalah ‘tidak benar’,” tegas Wahyu Harianto.
Ditambahkan, Nuanu berkontribusi besar secara finansial dan sosial, termasuk membayar pajak hotel dan restoran (PHR), menciptakan lapangan kerja, serta menyelenggarakan program budaya dan pendidikan.
Selain itu, Nuanu Social Fund (NSF) yang berdiri sejak tahun 2023 telah berkontribusi sebesar Rp 4,128 miliar untuk berbagai inisiatif komunitas yang selaras dengan pilar komitmen Nuanu dalam pendidikan, alam, kesehatan dan kesejahteraan, seni dan budaya, serta kehidupan berkelanjutan.
NSF memberikan dampaknya melalui lima program utama: Inisiatif Sosial, Acara Sosial, Dukungan Langsung, Dana Asa Kriya Open Call, dan Proyek Fokus. Kelima program ini bertujuan untuk memperluas dampak sosial dan memperbesar manfaat bagi berbagai komunitas.
Dijelaskan juga, dalam dua kuartal I tahun 2025, NSF telah melibatkan 4.974 peserta melalui Acara Sosial, 893 penerima manfaat melalui Dukungan Langsung, dan 2.245 penerima manfaat melalui Program Dampak Sosial.
Disebutkan, sebanyak 10 sorotan program menunjukkan luas dan dalamnya kontribusi NSF seperti:
* Restorasi Pura Beji (Rp 1.900.000.000) – menjaga warisan Budaya Bali.
* Timpal Hub (Rp 139.927.000) – menciptakan ruang kolaborasi bagi pemuda dan wirausaha.
* Restorasi & Pelatihan Gamelan Gambang (Rp 131.040.000) – menghidupkan kembali musik tradisional sakral.
* Buku Anak Berdaya (Rp 100.000.165) – mendorong literasi dan pemberdayaan anak-anak.
* Mesin Pencacah Plastik & Pelatihan (Rp 87.500.000) – mengembangkan praktik pengelolaan sampah dan daur ulang.
* Dokumentasi & Keterlibatan Komunitas Ogoh-Ogoh (Rp 68.000.000) – melestarikan tradisi budaya dan memperkuat partisipasi masyarakat.
* Row for ROLE (Rp 52.000.000) – memperkuat kapasitas perempuan untuk pengembangan diri dan profesional.
* Proyek Komunitas Pertanian Umadaya (Rp 49.610.000) – mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
* Nuanu Dogs (Rp 25.000.000) – meningkatkan kesejahteraan hewan dan kesadaran masyarakat.
* Farm-Pact: Farmers Advancement (Rp 24.640.000) – memberdayakan petani melalui berbagi pengetahuan dan pertumbuhan kolektif.
“Nuanu Social Fund mencerminkan keyakinan kami bahwa pembangunan harus ikut mengangkat kesejahteraan masyarakat. Tahun ini saja, NSF mendukung pendidikan, menjaga tradisi budaya, dan memberi bantuan langsung. Ini bukan sekadar filantropi, melainkan cara Nuanu bertumbuh bersama Bali,” jelas Ida Ayu Astari Prada.
Akses Jalan Jadi Pembahasan
Isu akses jalan juga menjadi pembahasan. Selama ini Nuanu kerap memperbaiki jalan dengan biaya sendiri, namun perbaikan permanen tetap dibutuhkan karena pembangunan saluran drainase menjadi kewenangan pemerintah.
Nuanu menegaskan tengah berkoordinasi aktif untuk mencari solusi jangka panjang. Selain itu, Nuanu juga sedang melakukan restorasi dua pura kuno yang ada di dalam kawasan sebagai bentuk komitmen budaya dan sosial.
Nuanu menekankan pentingnya ketepatan dalam menyebarkan informasi publik dan berharap pihak media sebagai pilar penyebar informasi yang akurat dan tepat dapat selalu menegakkan kebenaran.
Nuanu siap menjalani proses sesuai jalur yang berlaku bagi media yang menyebarkan informasi tidak benar.
Konferensi pers ini menegaskan posisi Nuanu sebagai contoh investasi yang bertanggung jawab di Bali. “Nuanu dibangun dengan keyakinan bahwa pembangunan bisa menghormati budaya, menjaga lingkungan, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kami bangga kunjungan kemarin menguatkan nilai-nilai tersebut, dan kami akan terus berkomitmen untuk mewujudkannya,” tambah Harianto.
Menandai kesiapan Nuanu dalam fase awal pengembangan, pada 30 Agustus 2025, Nuanu Creative City akan menggelar Grand Opening Fase Pertama dengan menghadirkan berbagai acara seni, budaya, serta kolaborasi komunitas yang menunjukkan kesiapan Nuanu menyambut wisatawan dan masyarakat luas.
Tentang Nuanu Creative City
Nuanu adalah sebuah kawasan kreatif seluas 44 hektar di Bali, Indonesia, yang mewujudkan komitmen untuk hidup harmonis.
Komunitas dinamis dari para kreator, pemimpin, dan agen perubahan diberdayakan untuk menumbuhkan budaya perubahan positif.
Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, kawasan ini memiliki ruang-ruang khusus untuk pendidikan, seni & budaya, kebugaran, hiburan, dan kehidupan yang terinspirasi oleh alam, dengan visi untuk masa depan di mana elemen-elemen ini berpadu secara harmonis. (lan/*)