Perspectives News

Lewat Program BCCP, ITB STIKOM Bali dan RMUT Thailand Perkuat Kerjasama Seni dan Budaya

 

ITB STIKOM Bali dan RMUT Thailand menguatkan kerjasama seni dan budaya lewat program BCCP, yang berlangsung di Aula ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Kamis (28/8/2025). (Foto: Ist)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- ITB STIKOM Bali dan Rajamanggala University of Technology (RMUT) Thailand memperkuat kerjasama pertukaran seni dan budaya dalam Bali Cross Culture Program (BCCP).  

Sebanyak 60 mahasiswa RMUT dan 4 dosen pembimbing melakukan lawatan studi ke kampus ITB STIKOM Bali, Kamis (28/8/2025).

ITB STIKOM Bali mengisiniasi Bali Cross Culture Program (BCCP) dengan berbagai perguruan tinggi lintas negara. Para mahasiswa dan dosen RMUT akan mengikuti kegiatan di dalam dan di luar kampus.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, dalam program pertukaran budaya itu mahasiswa RMUT didaftarkan sebagai mahasiswa asing di ITB STIKOM Bali.

"ITB STIKOM Bali kami persiapkan menjadi universitas berstandar internasional baik kurikulum, akreditasi hingga sumber daya manusia yang ada," jelas Dadang Hermawan pada presscon jelang Opening Ceremony, di Aula ITB STIKOM Bali.

Menurut Dadang, selama 4 hari, mahasiswa RMUT Thailand yang mengikuti pembelajaran BCCP di Kampus ITB STIKOM Bali, didampingi oleh empat dosen dari Universitas Rajamanggala Grup.

“Program BCCP diharapkan memberikan dampak kualitas wisatawan di Bali. Melalui kunjungan wisatawan intelektual, hal itu bisa menjadi program inovasi bagi kampus lainnya di Bali. Ini suatu kebanggaan buat kita. Kalau hal seperti ini banyak dilakukan di setiap universitas maka ada benefit turis asing yang datang adalah wisatawan yang terpelajar (well educated)," sebut Dadang.

Dewan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA menambahkan, BCCP merupakan wadah untuk mahasiswa dan dosen asing mempelajari budaya dan seni di Pulau Dewata.

ITB STIKOM Bali sebagai kampus yang menginisiasi program itu diharapkan menjadi IT dan Culture Hub bagi mahasiswa lintas negara.

"Ini akan memperkuat posisi ITB STIKOM Bali di dunia internasional," kata Prof. Made Bandem.

Dengan adanya pertukaran budaya dan seni lintas negara, secara tidak langsung berdampak pada kualitas kepariwisataan di Bali.

"Dengan adanya pertukaran lebih banyak kita bisa dapatkan turis intelektual, kita bisa belajar kebudayaan mereka dan kita bisa belajar kebudayaan mereka," jelas Made Bandem.

Rajamanggala University of Technology sendiri membawahi 9 kampus yang berada di setiap daerah di negara itu.

Associate Vice President Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT) Asstistent Prof. Sashiprapha Asawawibul mengatakan, dalam kunjungan kali ini pihaknya membawa kelompok yang lebih besar.

"Kami pernah ke kampus ini saat pandemi lalu, tapi sekarang kami kembali lagi dengan rombongan yang lebih banyak," kata Prof. Sashi.

Ia memandang, kerjasama seni dan budaya ini sangat penting karena mahasiswa dapat mempelajari banyak hal di Bali. Seni, budaya serta keyakinan yang berkembang di Bali sangat unik dan akan memberikan wawasan yang luas untuk para mahasiswanya.

"Di negara kami juga memiliki budaya dan seni yang beragam, tapi di sini kami belajar tentang segala sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada di negara kami," kata Sashi.

Prof. Sashi melihat, kerjasama seni dan budaya ini sangat penting karena mahasiswa dapat mempelajari banyak hal di Bali. Seni, budaya serta keyakinan yang berkembang di Bali sangat unik dan akan memberikan wawasan yang luas untuk para mahasiswanya.

"Di negara kami juga memiliki budaya dan seni yang beragam, tapi di sini kami belajar tentang segala sesuatu yang baru dan berbeda dari yang ada di negara kami," tutup Sashi.

 

Kepala Bagian Inkubasi Bisnis ITB STIKOM Bali Dedy Panji Agustino, S.Kom, MMSI, menambahkan, mahasiswa asing RMUT akan mempelajari dua hal yakni, teknologi dan budaya Bali.

Mereka juga akan belajar mengembangkan dan menghasilkan ide inovatif bisnis startup. Selain pembelajaran di kampus, peserta BCCP akan diajak mengunjungi spot menarik di Bali.

Menurut Panji Agustino, ada beberapa destinasi yang akan dikunjungi di antaranya, museum Bali dan penampilan tarian Kecak.

Dengan adanya pertukaran budaya dan seni lintas negara, secara tidak langsung berdampak pada kualitas kepariwisataan di Bali.

"Dengan adanya pertukaran lebih banyak kita bisa dapatkan turis intelektual, kita bisa belajar kebudayaan mereka dan kita bisa belajar kebudayaan mereka," jelas Made Bandem.

Rajamanggala University of Technology sendiri membawahi 9 kampus yang berada di setiap daerah di negara itu.

Hadir Assoc. Prof. Dr. Akera Ratatchavieng - Vice President RMUT, Dr. Akksatcha Duangsuphasin - Vice President RMUTL, Asst. Prof. Sirichai Somsaen - Vice President Rajamangala University of Technology Tawan-ok (RMUTTO) dan Mr. Soravit T. Siriwattana - Vice President Rajamangala University of Technology Isan (RMUTI).

Juga Asst. Prof. Dr. Apisedkorn Suwansaard - Vice President Rajamangala University of Technology Rattanakosin (RMUTR), Asst. Prof. Sashiprapha Asawawibul - Associate Vice President Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT), Mr. Theerapon Chomchuen - Educator Rajamangala University of Technology Phra Nakhon (RMUTP). (lan)

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama