Perwakilan BEM Universitas Udayana bersama Gubernur Bali
usai audiensi rencana forum diskusi Sang Pewahyu Rakyat (Foto: Humas Bem Unud)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS
- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana
akan menggelar forum diskusi publik bertajuk “Sang Pewahyu Rakyat” bersama
Gubernur Bali Wayan Koster pada 18 Februari 2026 mendatang. Kegiatan tersebut
dijadwalkan berlangsung di Auditorium Widya Sabha, Kampus Jimbaran, Universitas
Udayana, dan terbuka untuk mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum.
Ketua BEM Universitas Udayana, I Gusti
Agung Ngurah Oka Paramahamsa, kepada perspectivesnews, Selasa
(27/1/2025), mengatakan forum diskusi tersebut menjadi ruang evaluasi atas satu
tahun kepemimpinan Wayan Koster sebagai Gubernur Bali. Kegiatan ini sekaligus
merupakan tindak lanjut dari Uji Publik Pilkada Bali 2024 yang sebelumnya telah
dilaksanakan.
“Forum diskusi Sang Pewahyu Rakyat ini
fokus membahas isu-isu yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun Pak
Koster menjabat, mulai dari capaian program, rencana kebijakan ke depan, hingga
respons pemerintah terhadap isu-isu insidental seperti persoalan sampah,” ujar
Gung Pram.
Ia menjelaskan, BEM Universitas Udayana
juga berencana menghadirkan Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya
untuk menyampaikan pemaparan sekaligus mengikuti sesi diskusi bersama Gubernur
Bali. Pembahasan akan difokuskan pada lima sektor utama, yakni pariwisata, budaya,
sosial, ekonomi, dan pendidikan, yang menjadi bagian dari visi pembangunan
Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Gung Pram menegaskan forum diskusi ini
tidak diarahkan pada agenda kolaborasi kelembagaan secara formal antara
Universitas Udayana dan Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, BEM Universitas
Udayana lebih menitikberatkan peran mahasiswa sebagai pengawal kebijakan publik
melalui ruang dialog yang terbuka dan partisipatif.
“Kami di BEM tidak secara eksplisit
mengarah pada kolaborasi program. Fokus kami adalah mengawal satu tahun
kepemimpinan Pak Koster dengan menghadirkan akademisi, mahasiswa, dan
masyarakat agar terjadi diskusi yang saling menanggapi dan mampu menghasilkan
rencana-rencana strategis,” tergas Gung Pram.
Lebih lanjut, ia berharap forum tersebut
dapat memperkuat kembali peran Universitas Udayana sebagai barometer pergerakan
intelektual di Bali, sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan yang
konstruktif dalam menyikapi berbagai persoalan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Gung Pram juga
menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan yang
dinilai kerap terpinggirkan di tengah dominasi isu pariwisata dan ekonomi. Ia
juga menekankan perlunya komunikasi yang sehat dan berkelanjutan antara
pemerintah dan masyarakat guna mencegah kesenjangan informasi.
“Ruang-ruang diskusi harus terus dibuka
agar tidak terjadi miskomunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga
pembangunan Bali dapat berjalan dengan pemahaman yang sama dan berkelanjutan,”
pungkasnya. (angga)
