Perspectives News

Dampak Cuaca Ekstrem Selat Bali, Tangkapan Nelayan Anjlok Drastis

 


Kondisi perahu nelayan di kolam PPN Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana. (Foto: dik/Perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Cuaca ekstrem di perairan Selat Bali memaksa para nelayan di Pengambengan, Jembrana, gigit jari. Angin kencang yang menderu beberapa hari terakhir tak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga melumpuhkan produktivitas sektor perikanan setempat.

​Kondisi ini menyisakan keprihatinan pada volume tangkapan. Salah satu pemilik perahu, Haiduri, mengungkapkan bahwa saat ini mereka hanya mampu membawa pulang sekitar 1,5 ton ikan.

Angka ini terjun bebas jika dibandingkan hari normal yang biasanya mencapai 10 ton, apalagi jika disandingkan dengan rekor terbaik mereka yang menyentuh 42 ton.

​"Sekarang paling dapat 1,5 ton. Penurunannya sangat jauh. Angin kencang lebih berisiko, jadi kami tidak berani melaut jauh," keluh Haiduri, Senin (26/1/2026).

Hasil tangkapan merosot hingga lebih dari 85% dari rata-rata normal. Karena faktor keselamatan, menurutnya nelayan memilih membatasi jam melaut atau hanya beroperasi di pinggir pantai demi menghindari risiko angin kencang.

​Dampak tersebut juga berpengaruh pada aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pengambengan yang tampak lesu akibat minimnya pasokan ikan yang masuk.

​Meskipun tetap mengikuti rekomendasi teknis dari pihak perikanan, para nelayan kini hanya bisa pasrah menunggu alam kembali bersahabat. Mereka berharap intensitas angin di Selat Bali segera mereda agar stabilitas ekonomi di pesisir Jembrana dapat pulih kembali. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama