Perspectives News

Dievakuasi Hidup, Paus Sperma Kerdil Terdampar di Pantai Tembles Mendoyo

 

Seekor satwa laut berjenis ikan paus sperma kerdil terdampar hidup di pesisir Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana Bali, Selasa (27/1/2026).  (Foto:Polsek Mendoyo).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Seekor satwa laut berjenis ikan paus sperma kerdil terdampar hidup di pesisir Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana Bali, Selasa (27/1/2026). 

Dari informasi, peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Senin malam, (26/1/2026), sekitar pukul 20.00 Wita.

Dua orang warga setempat, yakni I Made Widiarsana (52) dan I Gede Wirajana (54), menemukan paus tersebut masih hidup, namun dalam kondisi lemas di pesisir pantai. Paus dengan panjang sekitar 1,5 meter tersebut tampak mengalami luka memar pada bagian tubuhnya.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika, didampingi Perwira Pengawas Iptu I Komang Triatmajaya, bersama personel UKL, Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Penyaringan, serta penyuluh perikanan Kecamatan Mendoyo, langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Warga bersama aparat sempat melakukan upaya awal dengan mengarahkan kembali paus tersebut ke tengah laut. Namun pada Selasa pagi, (27/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita, hewan laut dilindungi itu kembali ditemukan terdampar di lokasi yang sama.

"Kami bersama warga tadi malam sempat mendorong ikan paus tersebut ke tengah (laut) namun pagi harinya warga melapor ikan tersebut kembali terdampar," terangnya.

Selanjutnya pihaknya melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan BKSDA Bali dan penyuluh perikanan, guna memastikan penanganan sesuai prosedur konservasi satwa laut.

Sekitar pukul 11.25 Wita, tim Jaringan Satwa Indonesia (JSI) / Jakarta Animal Aid Network (JAAN) wilayah Buleleng, tiba di lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal, paus tersebut memiliki panjang sekitar 210 sentimeter dan diduga terdampar akibat disorientasi.

Selanjutnya, paus sperma kerdil tersebut dievakuasi ke Kantor JSI/JAAN Banyuwedang, Buleleng, untuk penanganan lebih lanjut.

"Jadi karena kondisinya sangat lemah, kita evakuasi ke rumah lumba di Buleleng. Semoga bisa membaik kembali dan sehat, kita akan rilis kembali. Dugaan penyebabnya kemungkinan gangguan sinar, kehilangan arah atau lemas karena kurang makan," jelas Tim JSI Bali drh. Farida Ulya Nugrahatin Dwi. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama