Kondisi situasi arus balik pasca libur Nataru di pelabuhan Gilimanuk, Jumat (2/12/2026). (Foto:ist/Perspectives)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Memasuki awal tahun 2026,
arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai terbentuk.
Pergerakan penumpang dan kendaraan dari Bali menuju Jawa terpantau ramai, namun
tetap terkendali. Di tengah dinamika tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry memastikan
layanan penyeberangan berjalan aman, lancar, dan terukur.
Pada Kamis (1/1/2026) atau H+7 Nataru, tercatat 30.600
penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan
Ketapang–Gilimanuk.
Data ini mencerminkan kembalinya masyarakat pasca-libur
Natal dan Tahun Baru, seiring mulai bergeraknya kembali aktivitas ekonomi di
awal tahun.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa
perusahaan terus menjaga kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi potensi
peningkatan arus balik pada akhir pekan. Menurutnya, awal Januari tidak hanya
diwarnai arus balik wisatawan, tetapi juga mulai meningkatnya pergerakan
angkutan logistik menuju wilayah Jawa.
“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi,
serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan
Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak
arus balik Natal dan Tahun Baru,” ujar Heru, dalam keterangan tertulis, Jumat
(2/1/2026).
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru, total
penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 427.910 orang atau turun 4,7 persen,
dengan total kendaraan 121.364 unit atau naik 1,8 persen. Sementara itu, total
penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang atau turun 4,5 persen,
dengan kendaraan 110.193 unit atau naik 0,9 persen.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa
berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan
kuota lintasan Bali–Jawa, masih berada di kisaran 21,80 persen. Kondisi ini
menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat
berlangsung lebih merata dan terkendali.
Sejalan dengan itu, ASDP mengimbau masyarakat yang melakukan
perjalanan arus balik Natal dan Tahun Baru agar merencanakan perjalanan sejak
dini melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy. "Saat ini tidak ada
lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak
H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta memastikan telah bertiket
sebelum tiba di pelabuhan serta datang sesuai jadwal keberangkatan,"
ujarnya.
Windy menegaskan bahwa kedisiplinan terhadap jadwal,
kesiapan perjalanan, serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci
kelancaran arus balik Nataru. Pengguna jasa juga diimbau mewaspadai potensi
cuaca ekstrem di sejumlah lintasan demi keselamatan bersama.
Dengan pengelolaan operasi yang adaptif dan berbasis data,
ASDP terus menjaga perannya sebagai jembatan konektivitas nasional, mengawal
mobilitas masyarakat agar arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 tetap
berjalan aman, lancar, dan terkendali. (dik)
