Perspectives News

​Puting Beliung di Jembrana Rusak Belasan Rumah

 


 

 

Sejumlah warga bergotong - royong, bahu-membahu memperbaiki atap rumah pasca musibah angin puting beliung yang menerjang belasan rumah warga di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (19/1/2026). (Foto:dik/Perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Cuaca ekstrem kembali menghantui wilayah Jembrana. Setelah insiden pohon tumbang di jalur utama Denpasar–Gilimanuk, kini giliran Banjar Anyar Tengah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, yang diterjang angin puting beliung pada Minggu (18/1/2026) sore.

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.15 WITA tersebut berlangsung sangat cepat. Hujan dengan intensitas sedang tiba-tiba disertai pusaran angin kencang yang langsung menyapu pemukiman warga.

Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah kejadian.

"Korban jiwa nihil. Namun 14 Kepala Keluarga (KK) melaporkan kerusakan rumah," jelasnya.

​Jenis kerusakan, kata dia, mayoritas terjadi pada bagian atap rumah, garasi, dapur, hingga bangunan suci (merajan). Estimasi kerugian materiil secara detail belum bisa dipastikan, namun ditaksir mencapai jutaan rupiah.

​"Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan. Saat ini, BPBD bersama PMI telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal untuk menutupi bagian rumah yang bocor agar warga tetap bisa berteduh," ujar Agus Artana.

Meski sempat diliputi rasa khawatir hingga beberapa warga mengungsi ke rumah kerabat, situasi kini dilaporkan telah kondusif.

Perbekel Penyaringan, I Made Dresta, saat ditemui di lokasi kejadian Senin (19/1/2026), mengatakan, bahwa aksi solidaritas gotong royong warga pasca musibah telah dilakukan.

Selain warga, aparat gabungan baik TNI Polri serta pemerintah daerah melalui BPBD Jembrana juga turun langsung membantu pembersihan puing-puing reruntuhan genteng maupun plafon rumah.

​"Pagi tadi (Senin) pukul 07.00 WITA, kami sudah melaksanakan gotong royong bersama warga untuk memperbaiki rumah-rumah yang terdampak secara bersama-sama," ungkap Dresta.

Made Dresta juga menambahkan, hingga saat ini total rumah warga yang terdampak musibah angin puting beliung sebanyak 11 rumah, yang ditempati 16 KK. Dengan rincian, 10 rumah di Banjar Anyar Tengah dan satu rumah warga di Banjar Anyar Kaja, yang tertimpa pohon Nangka akibat pusaran angin kencang tersebut.

"Dua KK harus dievakuasi karena kerusakannya cukup parah," terangnya. 

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bali Barat, khususnya Kabupaten Jembrana. (dik)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama