Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua
Umum KONI Kota Denpasar I Putu Yudiatmika dan beberapa petinggi olahraga
lainnya foto bersama seusai membuka Raker KONI Kota Denpasar, Sabtu (24/1/2026)
(Foto: djo)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara diwakili
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Rapat Kerja KONI Kota
Denpasar di Ruang Mahottama Lantai III, Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar,
Sabtu (24/1/2026).
Raker mengusung tema “Bersama Membangun Jiwa Militansi
Menuju Atlet Denpasar Sehat, Kuat dan Berprestasi” ini, berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Dalam arahannya Wakil Wali Kota meminta seluruh Laskar Catur
Muka untuk merapatkan barisan menyusun strategi jitu menuju Pekan Olahraga
Provinsi (Porprov) Bali 2027 mendatang di Buleleng.
Menurutnya, potensi yang dimiliki atlet Denpasar sejatinya
tidak kalah dengan pesaing terberat yakni Kabupaten Badung. Hanya saja, selain
fokus pada pembinaan dan peningkatan kualitas fisik, teknik dan mental, para
pelatih dan pengurus juga harus jeli menyusun strategi dalam meraup medali emas
saat di medan laga.
“Semua harus menyusun strategi di Rapat Kerja ini. Dalam
menyusun program agar orientasinya pada peningkatan prestasi ke depan,”
tegasnya.
Merespons arahan tersebut, Ketua Umum KONI Kota Denpasar
Putu Yudiatmika mengatakan sepanjang 2026 ini pihaknya akan fokus meningkatkan
militansi para atlet, pelatih dan seluruh pengurus olahraga di Kota Denpasar.
Monitoring untuk memantau proses pembinaan dan latihan di masing-masing cabang
olahraga akan lebih ditingkatkan.
“Kompak dan militansi, itulah yang harus kita lakukan.
Militansi ini cakupannya luas, mulai dari militansi atlet, pelatih dan cabor
itu sendiri,” ungkapnya.
Putu Yudiatmika mengatakan saat ini tabungan atlet Kota
Denpasar yang dibina dalam Pusat Pelatihan (Puslat) KONI Denpasar mencapai 900
orang lebih. Database yang dihimpun itu berasal dari tim inti Porprov Bali
2025, ditambah para juara Porjar dan event lainnya. Jumlah penghuni Puslat itu dapat
terus bertambah hingga mencapai 1.000 atlet, menyesuaikan dengan prestasi yang
diraih dalam berbagai event. Namun promosi dan degradasi tetap diberlakukan
untuk menjaga kualitas atlet agar tidak kendor. (djo)
