Kondisi
Pura Segara Gilimanuk, pasca diterjang hujan lebat yang disertai angin kencang
(badai) menghantam wilayah Kelurahan Gilimanuk, Rabu (4/2/2026) sore. (Foto:
BPBD Jembrana).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang (badai) menghantam wilayah Kelurahan Gilimanuk, Rabu (4/2/2026) sore.
Meski tidak
memakan korban jiwa, terjangan alam ini melumpuhkan aktivitas pelabuhan dan
mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur tempat suci.
Pura Segara
Pelabuhan Gilimanuk menjadi titik terdampak paling parah. Berdasarkan data di
lapangan, tiga bangunan suci utama dilaporkan roboh, yakni, Pelinggih Meru
Tumpang Tiga,Pelinggih Taksu dan Pelinggih Pengelurah.
Menyikapi bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana bergerak cepat melakukan kaji cepat di lokasi pada Kamis (5/2/2026) pagi.
Kalaksa BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan bahwa timnya telah
melakukan pendataan secara mendalam.
"Kami
sudah cek ke lokasi dan ada beberapa pelinggih yang rusak. Hasil pendataan ini
segera dikoordinasikan dengan Dinas PUPR untuk penghitungan nilai
kerugian," ujar Agus Artana, Kamis (5/2/2026).
Lurah
Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, menambahkan bahwa sinergi antara
pihak kelurahan, Polsek Gilimanuk, Camat Melaya, serta masyarakat setempat
berjalan solid dalam mengamankan lokasi sejak laporan diterima.
Hingga saat
ini, belum ada kebutuhan logistik mendesak di lapangan. Namun, pemerintah
daerah tengah menyiapkan berkas persyaratan guna mengajukan bantuan perbaikan
tempat ibadah kepada BPBD Provinsi Bali. Sektor pelayaran di Pelabuhan
Gilimanuk yang sempat ditutup sementara saat badai, kini telah beroperasi
normal kembali. (dik)
