Bupati Kembang dan Wabup Ipat menghadiri grand final pemilihan Duta Anak GENTARA 2026, di Gedung Mendopo Kesari, Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Senin (9/2/2026). (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS-
Babak Grand Final Pemilihan Duta Anak GENTARA (Gema Interaksi dan Temu Anak
Jembrana) Tahun 2026 digelar di Gedung Mendopo Kesari, Kelurahan Banjar Tengah,
Kecamatan Negara, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini
diikuti lima finalis putra dan putri terbaik yang sebelumnya telah melalui
sejumlah tahapan seleksi.
Kegiatan ini
diselenggarakan guna membangun kesadaran anak terhadap pemenuhan hak-hak anak
serta menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai Kabupaten Layak Anak.
Grand final
tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan
didampingi Wakil Bupati IGN Patriana Krisna (Ipat).
Turut hadir
Asisten Setda Jembrana, Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny. drg. Ani
Setiawarini Kembang Hartawan, pimpinan OPD terkait, dewan juri, undangan, serta
para pelajar pendukung finalis dari masing-masing sekolah.
Pada babak
puncak ini, para finalis diuji oleh dewan juri melalui berbagai pertanyaan yang
menekankan pada pengetahuan, sikap, serta inisiatif dalam menyikapi persoalan
remaja.
Suasana
grand final berlangsung meriah dengan antusiasme para pelajar yang memenuhi
lokasi kegiatan.
Pemenang
Duta Anak Jembrana 2026 adalah Gusti Ayu Putu Kanaya Febrizka, I Gede Putra
Dharma Tanaya, Ni Ketut Tiara Maharani, Elisabeth Metta Maheswari Wangge, serta
Ni Made Naraya Pratista Neraida Suputra.
Bupati
Kembang Hartawan mengapresiasi kinerja dewan juri yang telah melakukan
penilaian secara objektif.
Ia
menyampaikan rasa bangga karena dapat hadir di tengah para generasi muda yang
disebutnya sebagai calon pemimpin masa depan Jembrana.
“Anak-anakku
sekalian adalah pemimpin-pemimpin kita ke depan, generasi emas masa depan.
Gunakanlah masa muda ini dengan baik,” tegasnya.
Bupati
Kembang juga mengingatkan agar generasi muda bijak dalam menggunakan gawai. Ia
tidak melarang penggunaan gadget, namun menekankan agar tidak berlebihan karena
dapat berdampak pada kecanduan dan menghambat aktivitas positif.
Menurutnya,
ajang Pemilihan Duta GenRe bukan sekadar lomba adu kemampuan berbicara atau
tampil di atas panggung, melainkan upaya mencari figur teladan yang mampu
memberi inspirasi dan edukasi bagi remaja lainnya, baik dalam kegiatan formal
maupun kehidupan sehari-hari.
“Yang kita
cari bukan hanya pintar berbicara, tetapi yang benar-benar bisa menjadi contoh,
menginspirasi dan mendidik teman-temannya,” ujarnya.
Lebih
lanjut, Bupati Kembang berpesan agar para generasi muda fokus pada pendidikan,
baik akademik maupun pembentukan karakter. Ia menekankan pentingnya etika,
etiket, dan sikap dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
“Belajar
tidak hanya soal nilai, tetapi juga tentang attitude. Hidup ini tidak mudah.
Orang besar dan orang hebat tidak lahir dengan jalan yang mudah,” katanya.
Sebagai
motivasi, Bupati Kembang mencontohkan perjalanan hidup para tokoh besar,
termasuk Presiden I RI Soekarno serta Gubernur Bali Wayan Koster, yang mampu
bangkit dari keterbatasan berkat kegigihan dan semangat belajar.
Bupati
Kembang mengingatkan generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi
tantangan.
“Jangan
mudah lembek hanya karena dimarahi atau dinasihati. Teruslah berjuang dan
belajar,” pungkasnya. (humasJ)
